Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

RS Gerbang Sehat Mahulu Kekurangan Spesialis, Bakal Rekrut dengan Poal Ikatan Dinas

Jody Kristianto • Minggu, 3 November 2024 | 17:51 WIB

Photo
Photo
KEKURANGAN SPESIALIS: Petronela Tugan (kanan) menunjukkan fasilitas RS GSM kepada Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh dalam kunjungan peresmian UTD beberapa waktu lalu. JODY KRISTIANTO/KP

UJOH BILANG – Direktur Rumah Sakit Gerbang Sehat Mahulu dr. Petronela Tugan, menyampaikan tantangan yang dihadapi rumah sakit terkait kekurangan tenaga umum untuk mendukung peningkatan layanan.

Terlepas dari video yang beredar di media sosial, pada beberapa titik terlihat kosong dan kebersihan kurang maksimal pada hari-hari tertentu.

Menurut dr. Petronela, seiring bertambahnya ruang pelayanan, kebutuhan akan tenaga tambahan juga meningkat. Namun, saat ini rumah sakit belum bisa menambah pegawai dengan sistem Tenaga Kerja Kontrak (TKK).

 "Rencana tahun depan baru mau pakai sistem outsourcing untuk tenaga kebersihan dan taman, sehingga petugas Tenaga Non-Pegawai (TNP) bisa dialihkan ke bagian pendaftaran atau bagian umum lainnya yang membutuhkan,” ungkapnya melalui pesan WhatsApp, Minggu (3/11).

Situasi ini diperumit dengan adanya beberapa pegawai yang lulus seleksi Pegawai Pemerintah, dengan Perjanjian Kerja (P3K) di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain tanpa adanya pengganti.

Hingga kini, RS Gerbang Sehat Mahulu belum memiliki formasi P3K untuk jurusan administrasi umum sejak tahun lalu. “TNP kita beberapa orang lulus di OPD lain, tapi tidak ada penggantinya karena belum ada formasi P3K jurusan administrasi umum di RS sejak tahun lalu,” ujar dr Petronela.

Dirinya juga mengungkapkan bahwa salah satu tantangan besar yang dihadapi RS tersebut, adalah kekurangan dokter spesialis. Saat ini, RS Gerbang Sehat Mahulu berstatus Kelas D Pratama, yang berarti keterbatasan fasilitas dan sumber daya yang bisa disediakan. “Kalau dokter spesialis itu merupakan masalah yang kompleks,” tuturnya

Status kelas saat ini juga berpengaruh langsung terhadap penerimaan jasa pelayanan yang dapat diberikan rumah sakit, yang pada akhirnya memengaruhi kemampuan rumah sakit dalam menawarkan honor atau insentif yang kompetitif bagi tenaga medis.

“Meskipun setiap tahun dibuka formasi CPNS dan PPPK untuk dokter spesialis, belum ada yang berminat menjadi dokter spesialis di RS yang ada di Mahakam Ulu," imbuhnya.

Hal ini juga dipengaruhi oleh kondisi geografis Mahakam Ulu yang sulit diakses, sehingga banyak dokter memilih untuk bekerja di daerah lain yang lebih mudah dijangkau.

Wanita yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Mahulu itu menuturkan, bahwa berbagai upaya sudah dilakukan, termasuk menjajaki kerja sama dengan universitas yang bersedia mengirimkan dokter residen spesialis, serta mengusulkan penempatan tenaga dokter melalui mekanisme Pendayagunaan Dokter Spesialis (PGDS) atau Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS) melalui Kementerian Kesehatan.

Sebagai langkah konkret, RS Gerbang Sehat Mahulu juga mengambil kebijakan untuk memberikan kesempatan kepada dokter umum yang sudah menjadi PNS untuk melanjutkan studi menjadi dokter spesialis.

"Saat ini, terdapat enam dokter yang sedang menempuh pendidikan spesialis. Yaitu satu orang untuk spesialis anak, satu orang untuk penyakit dalam, satu untuk kebidanan dan ginekologi, dua orang untuk bedah, dan satu orang untuk patologi klinik," debutnya.

Sembari menunggu para dokter tersebut menyelesaikan pendidikannya, pihak rumah sakit juga sedang mempersiapkan sarana dan prasarana yang diperlukan. Untuk mendukung kenaikan status RS dari Kelas D Pratama menjadi Kelas D Umum.

"Harapannya, setelah memiliki dokter spesialis yang lengkap, RS Gerbang Sehat Mahulu dapat terus meningkatkan pelayanannya dan memenuhi syarat untuk naik menjadi RS Kelas C di masa depan," tutupnya. (*/sya)

 

Editor : Ismet Rifani
#Kurang tenaga umum dan spesialis #dr Petronela Tugan #Rumah Sakit Gerbang Sehat Mahulu