KALTIMPOST.ID, Di tengah rimbunnya hutan Kalimantan Timur, ada satu sosok yang tak hanya hadir sebagai pemimpin, tetapi juga sebagai penggerak.
AKBP Anthony Rybok, kapolres pertama di Mahakam Ulu (Mahulu), menghabiskan waktu dua tahun terakhir membangun sesuatu yang lebih dari sekadar institusi. Ia membangun harapan.
Ketika pertama kali menginjakkan kaki di Mahakam Ulu, polres ini tak lebih dari sebuah bangunan kosong. Tak jauh dari Simpang Tikah, dulunya bekas puskesmas.
Tak ada kemewahan, tak ada fasilitas lengkap, hanya tekad untuk menjadikannya rumah bagi para penegak hukum dan sandaran bagi masyarakat.
"Saya ingin polres ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Itu tujuan pertama saya," ujarnya saat ditemui usai berbuka bersama awak media, Kamis (13/3).
Berada di wilayah dengan medan yang berat, perjalanan seorang Kapolres tak selalu nyaman. Namun, bagi Anthony, tak ada yang bisa disebut sebagai kendala, semua adalah tantangan yang harus dihadapi dengan solusi.
"Saya pernah tidur di jalan karena mobil rusak. Pernah juga menerjang riam demi mengawal kotak suara. Tapi begitulah tugas di sini, bukan hambatan, tapi pengalaman," kisahnya sambil tersenyum.
Jalan yang sulit, akses terbatas, hingga minimnya fasilitas di Mahakam Ulu bukan alasan untuk menyerah.
Baginya, justru dari keterbatasanlah muncul kekuatan untuk terus berjuang.
Lahir dan dibesarkan di Lahat, Sumatera Selatan, Anthony bukan hanya seorang polisi, tetapi juga anak guru.
Dari orangtuanya, ia belajar satu prinsip yang selalu ia pegang teguh: "Jangan jumawa. Jangan merasa lebih tinggi dari orang lain."
Di Mahakam Ulu, prinsip itu tak hanya menjadi pegangan pribadi, tetapi juga ia tanamkan kepada anggota-anggotanya.
Ia paham betul bagaimana beratnya tugas di Tanaa Urip Kerimaan, termasuk kejenuhan yang sering melanda anak buahnya.
"Mau cari siomay saja susah di sini," candanya, memecah suasana.
Namun, di balik canda itu, ada kepedulian yang nyata. Ia tahu, hiburan terbatas, makanan favorit sulit didapat, tapi ia ingin anggotanya tetap bertahan, tetap semangat.
Dua tahun berlalu sejak dibentuk pada 4 Januari 2023, dengan 17 perwira dan 24 anggota, kini Polres Mahakam Ulu bukan lagi sekadar gedung kosong.
Ini adalah rumah, tempat masyarakat Mahulu berlindung, tempat keadilan ditegakkan.
"Saya ingin anggota saya bekerja dengan ikhlas. Masa depan tidak ada yang tahu. Hidup ini berputar, dan suatu saat, mereka yang bertahan di sini akan mendapatkan kesempatan lebih baik," katanya penuh harapan.
Direncanakan, minggu depan Anthony Rybok harus meninggalkan Mahakam Ulu, kembali bertugas di Polda Kaltim, ia tak akan pergi dengan tangan kosong.
Ia membawa kenangan, pengalaman, dan lebih dari itu. Ia meninggalkan jejak. Jejak seorang pemimpin yang hadir bukan sekadar untuk memerintah, tetapi untuk menginspirasi.
Editor : Hernawati