SAMPAI KAPAN?: Berdebu saat panas, becek dan sulit dilewati saat hujan. Salah satu titik jalan poros di Kubar yang makin rusak.
KALTIMPOST.ID, UJOH BILANG – Kondisi jalan poros Kutai Barat (Kubar) menuju Mahakam Ulu (Mahulu) kembali dikeluhkan pengguna jalan. Seorang pengemudi yang ingin dirahasiakan namanya melintasi jalur tersebut pada Rabu (9/4) menyebutkan, waktu tempuh dari Tering menuju Ujoh Bilang, ibu kota Mahulu, memakan waktu sekitar 5 jam. Ia berangkat dari pukul 13.30 Wita dan tiba sekitar pukul 19.00 Wita.
Menurut sang pengemudi, titik jalan yang paling parah berada di kawasan Bengeh serta saat memasuki wilayah Long Hubung hingga ujung aspal. “Saya tidak sampai sangkut karena pakai mobil double gardan, tapi travel di belakang saya pakai Innova sempat sangkut. Jalannya lebih parah dari kemarin,” ungkapnya.
Kondisi cuaca turut mempengaruhi kerusakan jalan. Meski hari itu cerah dan tidak turun hujan, pengemudi tersebut menyebutkan bahwa jika hujan turun meskipun hanya sedikit, kubangan akan makin dalam dan membahayakan kendaraan. Disinyalir, kerusakan makin parah akibat adanya dump truck yang melintas saat kondisi jalan masih basah.
Sementara itu, belum ada pergerakan alat berat milik UPT Provinsi yang tampak berada di sekitar Simpang RTC. Sedangkan alat berat milik Kabupaten Mahulu telah digunakan untuk grading jalan di wilayah Betuan. Namun, aktivitas dari PT Arung yang bertanggung jawab atas perbaikan jalan di sekitar jembatan Long Gelawang dinilai belum menunjukkan perkembangan berarti.
Diketahui, perusahaan tersebut memiliki kantor di KM 12 dengan pengerjaan pengerasan jalan di KM 6 . Warga berharap pihak terkait segera mengambil tindakan cepat untuk memperbaiki akses utama menuju Mahakam Ulu ini agar mobilitas masyarakat dan distribusi logistik tidak terganggu. (*)
Editor : Ismet Rifani