KALTIMPOST.ID, UJOH BILANG – Gubernur Kalimantan Timur, H. Rudy Mas’ud, menargetkan penyelesaian pembangunan infrastruktur jalan penghubung Mahakam Ulu dapat rampung paling cepat pada akhir tahun 2025 dan paling lambat tahun 2026.
Hal ini disampaikan Rudy saat meninjau langsung persiapan pembangunan jalan strategis tersebut. “Harus bisa segera. Mudah-mudahan tidak ada halangan melintang. Target kita paling cepat akhir tahun ini selesai semua ruas jalannya. Paling lambat 2026, murni 2026,” tegas Gubernur Rudy Mas’ud usai peninjauan TPU dan Mako Polres Mahulu, Kamis (22/5).
Jalan tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat Mahakam Ulu, tidak hanya untuk mobilitas warga lokal tetapi juga bagi masyarakat dari Kabupaten Malinau dan Provinsi Kalimantan Utara
Baca Juga: Jalan Mulus se-Kaltim Jadi Prioritas Pemprov, Ditarget Tuntas dalam 3 Tahun
yang turut menggunakan jalur ini menuju wilayah lain di Kalimantan Timur.
“Akses ini wajib segera efektif dan bermanfaat untuk seluruh masyarakat Indonesia, khususnya Mahakam Ulu dan saudara-saudara kita dari Malinau, Kaltara,” ujar Rudy.
Gubernur juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh adat hingga organisasi masyarakat, untuk bersama-sama menjaga kelancaran proses pembangunan infrastruktur tersebut.
“Mohon kepada seluruh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, ormas-ormas untuk menjaga kegiatan pembangunan ini. Insya Allah jalan ini akan segera dimulai,” katanya.
Rudy mengungkapkan bahwa terdapat empat ruas jalan yang akan dibangun dengan anggaran awal mencapai Rp207 miliar. Jumlah tersebut akan ditambah melalui APBD Perubahan sebesar minimal Rp150 miliar agar konektivitas antardaerah dapat segera terwujud.
“Dengan pembangunan ini, saudara-saudara kita di Mahakam Ulu akan lebih mudah menuju Samarinda, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, bahkan akses ke bandara akan lebih gampang dan simpel,” ucapnya.
Pemerintah Provinsi Kaltim juga sedang menjajaki koordinasi lebih lanjut dengan pihak terkait, termasuk peran intervensi dari Pemerintah Pusat dan dukungan dari program strategis nasional. (*)
Editor : Muhammad Rizki