KALTIMPOST.ID, UJOH BILANG – DPRD Mahakam Ulu (Mahulu) menggelar rapat paripurna dalam rangka laporan realisasi semester pertama pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan prognosis enam bulan berikutnya tahun anggaran 2025, Senin (7/7). Rapat dipimpin Ketua DPRD Mahulu Devung Paran, didampingi Wakil Ketua I Nor Lili Bulan dan Wakil Ketua II Desiderius Dalung Lasah. Dihadiri Wakil Bupati Mahulu Yohanes Avun, Asisten III Kristina Tening, anggota DPRD Mahulu, jajaran Forkopimda, serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
Pada saat membuka sidang, Ketua DPRD Devung Paran menyampaikan bahwa pemerintah harus menyusun laporan realisasi Semester pertama APBD dan prognosis enam bulan berikutnya. Hal ini sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan sebagaimana pasal 160 PP Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.
“Pemerintah daerah wajib menyusun laporan realisasi semester pertama APBD dan prognosis enam bulan berikutnya, dan disampaikan kepada DPRD paling lambat akhir Juli tahun anggaran berkenaan,” ucap Devung Parang.
Dalam pemaparannya, Wakil Bupati Mahulu Yohanes Avun menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah menyusun laporan realisasi semester pertama APBD dan prognosis enam bulan berikutnya. Laporan tersebut menyajikan tentang realisasi semester pertama anggaran pendapatan dan belanja tahun anggaran 2025.
“Maksud laporan tersebut adalah untuk memberikan informasi tentang kemajuan pelaksanaan APBD selama semester pertama 2025 dan kendala atau permasalahan yang dihadapi, serta prognosis untuk enam bulan berikutnya ,” kata Yohanes Avun.
Selain itu, wakil bupati juga menyampaikan beberapa hal penting sebagai bahan pertimbangan dalam melaksanakan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan APBD. Perkiraan pendapatan dan belanja enam bulan berikutnya dapat menjadi dasar atau pertimbangan untuk menetapkan perubahan APBD pada tahun anggaran berkenaan.
“Disampaikan realisasi APBD tahun anggaran 2025 pada semester pertama dan prognosis enam bulan berikutnya sampai dengan akhir semester pertama, pendapatan daerah yang dianggarkan sebesar Rp 2,2 triliun, dapat mencapai realisasi sebesar Rp 690,8 miliar atau 31,28 persen,” ucap dia.
Sebelum ketua DPRD mengetuk palu untuk menutup sidang paripurna, tidak lupa dia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah. (*)
Editor : Duito Susanto