Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Kemarau Kian Parah, Harga Barang Naik, Ketua DPRD Mahulu Minta Pembangunan Jalan Jadi Prioritas

Jody Kristianto • Senin, 4 Agustus 2025 | 19:22 WIB
APRESIASI: Ketua DPRD Mahulu Devung Paran (tiga kanan) bersama anggota DPRD Mahulu mengabadikan momen di salah satu karangan usai kunjungan ke festival Dangai baru-baru ini.
APRESIASI: Ketua DPRD Mahulu Devung Paran (tiga kanan) bersama anggota DPRD Mahulu mengabadikan momen di salah satu karangan usai kunjungan ke festival Dangai baru-baru ini.

KALTIMPOST.ID, UJOH BILANG — Fenomena kemarau yang kembali melanda wilayah Mahakam Ulu, khususnya di dua kecamatan perbatasan Long Pahangai dan Long Apari, menjadi perhatian serius DPRD Mahulu.

Ketua DPRD Mahulu, Devung Paran yang akrab disapa Depe menyebut kemarau yang terjadi bukan hal baru, namun dampaknya semakin berat dirasakan masyarakat.

“Ini sebenarnya fenomena yang terjadi hampir setiap tahun. Di Mahulu ini cuma ada dua musim, kemarau dan hujan. Tapi saat kemarau seperti sekarang, semuanya menjadi sulit, terutama di wilayah Uluriam,” ungkap politisi Gerindra asal Kampung Long Tuyoq, Daerah Pemilihan (Dapil) 3 itu, Senin (4/8).

Ia menjelaskan, saat musim kemarau, akses dan distribusi barang ke wilayah pedalaman terganggu. Hal ini berdampak langsung pada ketersediaan bahan pangan dan harga sembako yang melonjak tajam.

“Kondisi ini sangat miris. Kelangkaan menyebabkan harga semua barang naik dan itu sangat menyulitkan masyarakat,” tegas Depe.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur atas perhatian dan bantuan nyata kepada masyarakat Mahulu yang terdampak krisis pangan akibat kemarau.

“Kami dari DPRD Mahakam Ulu menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Kaltim yang sudah membantu masyarakat di wilayah perbatasan. Bantuan berupa beras, gas, minyak goreng, dan sembako lainnya sangat membantu meringankan beban warga kami,” ujarnya.

Menurut Depe, persoalan infrastruktur jalan harus menjadi prioritas utama ke depan. Masyarakat di Long Apari dan Long Pahangai sangat membutuhkan akses darat yang layak.

“Kami sangat berharap pemerintah provinsi bersama pemerintah pusat bisa memperjuangkan jalan tembus dari Tering sampai Long Apari,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa komunikasi terus dibangun antara DPRD Mahulu, Pemprov Kaltim, dan BBPJN sebagai pemilik kewenangan dalam pembangunan jalan nasional. “Tentu kami tetap menjalin komunikasi. Gubernur Rudi Mas’ud dan Wakil Gubernur sudah menyatakan komitmennya membangun Mahulu,” ucapnya.

Menurut informasi yang diterima DPRD, Mahulu akan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp209 miliar pada tahun 2026 untuk pembangunan infrastruktur jalan.

“Kami belum tahu secara detail ruas mana saja yang dikerjakan. Tapi yang jelas Mahulu mendapat perhatian besar dan kita ucapkan terima kasih kepada Pemprov. Kita tunggu aksinya,” kata Depe.

Ia berharap pembangunan bisa dipercepat agar akses masyarakat, terutama di pedalaman, menjadi lebih baik dan beban hidup saat musim ekstrem seperti sekarang bisa dikurangi. “Semakin cepat, semakin baik. Kalau jalan sampai ke Tiong Ohang dan Jembatan Long Apari sudah terbuka mulus, masyarakat pasti jauh lebih mudah,” tutupnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#musim #DPRD Mahulu #mahulu #kemarau #Long Apari #Mahakam Ulu #fenomena