Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Bupati Mahulu Fokus 100 Hari Kerja soal Ketahanan Pangan, Pemugaran Sekolah, dan Hilirisasi Ekonomi Daerah

Jody Kristianto • Senin, 6 Oktober 2025 | 17:55 WIB
OPTIMISTIS: Bupati Mahulu Angela Idang Belawan dan Wakil Suhuk saat menjalani prosesi adat Nyaloq Kaqoq Araan di halaman Setkab Mahulu, Senin (6/10). JODY KRISTIANTO/KP
OPTIMISTIS: Bupati Mahulu Angela Idang Belawan dan Wakil Suhuk saat menjalani prosesi adat Nyaloq Kaqoq Araan di halaman Setkab Mahulu, Senin (6/10). JODY KRISTIANTO/KP

KALTIMPOST.ID, UJOH BILANG – Bupati Mahakam Ulu periode 2025–2030, Angela Idang Belawan menegaskan komitmennya untuk menjalankan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari agenda 100 hari kerja pemerintahannya. Hal itu disampaikannya usai rapat paripurna penyampaian pidato di Kantor DPRD Mahulu, Senin (6/10).

“Soal MBG kita memang akan melaksanakan karena ini adalah arahan dari pusat. Jadi harus kita laksanakan tapi menyesuaikan kemampuan daerah kita,” ujar Bupati Angela.

Ia mengakui bahwa pelaksanaan program nasional tersebut memiliki tantangan tersendiri, terutama karena kondisi geografis dan tingginya harga kebutuhan di Mahakam Ulu. Namun demikian, Angela menegaskan hal itu tidak menjadi penghalang bagi pemerintah daerah untuk tetap mendukung kebijakan pusat yang berdampak langsung pada masyarakat.

“Karena MBG ini kalau kita lihat dengan kemampuan kita di daerah dan ya kita semua tahu bagaimana tingginya harga yang ada di Mahakam Ulu. Tapi itu bukan halangan buat kita. Kita pasti terus mendukung apapun program dari pusat yang tentunya pasti baik untuk masyarakat kita,” tegasnya.

Selain program MBG, Angela juga menyoroti pentingnya ketahanan pangan sebagai salah satu fokus utama dalam 100 hari kerja pertamanya. Ia menyinggung program sebelumnya yang telah mengalokasikan lahan seluas 10 hektare untuk mendukung swasembada pangan lokal.

“Di program sebelumnya memang ada 10 hektare untuk ketahanan pangan, kami akan mengevaluasi apakah 10 hektare itu baik untuk terus kita lakukan. Tapi saya rasa untuk ketahanan pangan 10 hektare itu tetap harus dijalankan karena itu sangat mendukung,” jelasnya.

Menurut Angela, evaluasi terhadap program lama akan menjadi langkah awal dalam menyempurnakan kebijakan ketahanan pangan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

“Kita harus berladang, kita harus mencukupi kebutuhan beras kita. Maka dari itu, mungkin yang sebelumnya belum sempurna, kita akan sempurnakan dengan mengevaluasi apa yang salah dan kurang di dalam program sebelumnya,” sebutnya.

Selain fokus pada ketahanan pangan dan program MBG, Angela juga menyiapkan langkah nyata untuk menata lingkungan kerja dan pendidikan di seluruh wilayah Mahulu. Pemerintah daerah akan menjalankan program pemugaran sekolah, kantor desa, dan kantor kecamatan agar suasana belajar dan bekerja semakin nyaman.

“Program untuk memugar atau mempercantik sekolah, kantor-kantor desa supaya nyaman untuk anak-anak bersekolah dan juga kampung-kampung ataupun petinggi dan staf-staf juga nyaman untuk bekerja di kecamatan-kecamatan,” tutur Angela.

Untuk mendorong pemerataan ekonomi di wilayah terpencil, Angela juga menyiapkan rencana pembangunan pasar dan pasar murah di Long Apari, sebagai langkah untuk membantu masyarakat di wilayah paling ujung Mahulu.

“Kita juga akan membuat pasar, pasar murah di Long Apari sehingga kebutuhan di sana tercukupi. Karena yang paling membutuhkan untuk sekarang ini kita rasa bagian kita yang paling ujung,” ungkapnya.

Menanggapi kebijakan pemerintah pusat terkait pemangkasan Transfer Keuangan Daerah (TKD), mengingat menyumbangkan nilai besar dalam APBD, Angela menegaskan pentingnya Mahulu memiliki sumber pendapatan mandiri agar tidak terlalu bergantung pada dana pusat.

“Maka dari itu saya sangat mendukung hilirisasi yang telah dijalankan oleh program pemerintah pusat. Karena dari situ saya yakin PAD kita bisa meningkat jika kita melakukan hal tersebut. Karena dari kita mempunyai usaha sendiri, bahkan kita mengembangkan UMKM kita, kita bisa punya PAD lebih dari sebelumnya,” jelasnya.

Meski mengakui adanya potensi pengurangan anggaran, Angela menegaskan bahwa hal itu tidak akan menghambat jalannya program pembangunan di Mahulu.

“Memang anggaran yang akan terjadi tentunya akan banyak sekali potongan, tapi tidak menghambat kita untuk melakukan yang terbaik. Kita akan semaksimal mungkin mengupayakan program-program kita jalan dengan baik,” tegasnya.

Dengan arah kebijakan yang menitikberatkan pada ketahanan pangan, peningkatan kualitas fasilitas publik, dan penguatan ekonomi lokal, Bupati Angela optimistis Mahulu akan mampu tumbuh mandiri dan berdaya saing tanpa harus sepenuhnya bergantung pada dana transfer dari pusat. (*)

Editor : Ismet Rifani
#Bupati Mahulu Angela Idang Belawan #100 hari kerja #Program MBG 2025 #ketahanan pangan