Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Proyek Bandara Ujoh Bilang Masih Jalan, Dinas PUPR Mahulu Bantah Isu Mangkrak

Jody Kristianto • Rabu, 29 Oktober 2025 | 08:34 WIB

Kadis PUPR Mahulu Didik Subagya.
Kadis PUPR Mahulu Didik Subagya.

KALTIMPOST.ID, UJOH BILANG – Di tengah perbincangan publik soal proyek infrastruktur di daerah perbatasan, perhatian kini tertuju pada pembangunan Bandara Ujoh Bilang di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur.

Proyek yang diharapkan menjadi pintu gerbang udara wilayah hulu Mahakam ini sempat disorot kelompok mahasiswa karena diduga mangkrak.

Baca Juga: Mess Pegawai dan Gudang RS Pratama Nawa Cita Long Lunuk Hangus Terbakar

Namun, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Mahulu menegaskan, proyek tersebut masih berjalan sesuai rencana dan terus berprogres di lapangan.

Kepala Dinas PUPR Mahulu Didik Subagya, menjelaskan bahwa pembangunan bandara dilaksanakan berdasarkan penetapan lokasi (penlok) dari Kementerian Perhubungan RI.

Serta mengacu pada masterplan dan Detail Engineering Design (DED) yang disusun oleh Dinas Perhubungan Mahulu.

“PUPR membangun bandara berdasarkan penlok dan masterplan yang sudah direkomendasikan Kemenhub RI," ujar Didik, Selasa (28/10/2025).

"Hingga kini, kami telah menyelesaikan pembangunan jalan masuk, pengaspalan airstrip sepanjang 750 meter, taxiway, dan apron. Tahun ini, terminal penumpang juga sedang dikerjakan,” lanjutnya.

Menurutnya, secara fisik beberapa bagian bandara sudah rampung. Namun, fungsi operasional bandara nantinya berada di bawah kewenangan Kementerian Perhubungan dan Dinas Perhubungan Mahulu.

Menanggapi tudingan bahwa fasilitas dan landasan pacu belum memenuhi standar keselamatan penerbangan, Didik menegaskan semua pekerjaan dilakukan berdasarkan petunjuk teknis dan DED yang telah disetujui oleh Kemenhub RI.

Pihaknya juga mendapat pengawasan langsung dari kementerian terkait.

Untuk tahun 2025, pembangunan terminal penumpang akan tetap berlanjut. Selain itu, terdapat 19 fasilitas di sisi darat yang sudah diusulkan melalui APBD Kalimantan Timur.

“Bandara Ujoh Bilang sudah masuk dalam RPJMN Kementerian Perhubungan. Ke depan, pengembangan atau perpanjangan airstrip menjadi 2.300 meter akan dibiayai APBN. Sisi daratnya juga akan mendapat dukungan APBD Provinsi sesuai arahan Gubernur Kaltim,” kata Didik.

Ia menambahkan, pengawasan terhadap progres proyek dilakukan secara berjenjang. Secara internal, pemantauan dilakukan mulai dari konsultan pengawas hingga ke Kepala Dinas.

Sementara secara eksternal, monitoring dilakukan oleh Dinas Perhubungan Mahulu, BP4D Mahulu, dan Kementerian Perhubungan RI.

Baca Juga: Bupati Mahulu Angela Idang Belawan Buka Pra-RAT CU Daya Lestari; Dari Koperasi, Tumbuh Harapan dan Kemandirian Ekonomi

Didik juga mengungkapkan bahwa proyek tahun 2023 dan 2024 telah diperiksa oleh BPK RI. Meski ditemukan beberapa catatan, seluruhnya sudah ditindaklanjuti sesuai ketentuan.

“Jadi, istilah mangkrak itu tidak benar. Pembangunan bandara masih berjalan sesuai kemampuan anggaran daerah dan terus berproses menuju tahap operasional,” tegasnya.

Proyek Bandara Ujoh Bilang diperkirakan memerlukan total anggaran lebih dari Rp500 miliar, dengan pembiayaan bertahap melalui APBD Mahulu, APBD Kaltim, serta APBN. (*) 

Editor : Ery Supriyadi
#Bandara Ujoh Bilang #proyek #sesuai jadwal #mangkrak #keselamatan penerbangan