Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Pelatihan Paving Block dari Limbah Plastik Dibuka: Pemkab Mahulu Dorong Ekonomi Sirkular  

Jody Kristianto • Selasa, 2 Desember 2025 | 13:08 WIB
Asisten I Setkab Mahulu drg Agustinus Teguh Santoso menerima plakat paving block dari narasumber di BPU Ujoh Bilang, Selasa (2/12/2025).
Asisten I Setkab Mahulu drg Agustinus Teguh Santoso menerima plakat paving block dari narasumber di BPU Ujoh Bilang, Selasa (2/12/2025).

UJOH BILANG — Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Pemkab Mahulu) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengelolaan lingkungan melalui Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Sumber Daya Manusia Bidang Lingkungan Hidup untuk Kelompok Masyarakat (Pelatihan Pembuatan Paving Block) yang resmi dibuka di Ujoh Bilang, Selasa (2/12/2025).

Sambutan pembukaan kegiatan disampaikan oleh Wakil Bupati Mahulu, Suhuk, mewakili Bupati Mahakam Ulu Angela Idang Belawan. Ia menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam menghadapi meningkatnya timbulan sampah di Mahakam Ulu, terutama sampah plastik yang sulit terurai.

Menurut laporan kinerja tahun 2024 yang dibacakan, jumlah timbulan sampah di Mahulu mencapai 6.888 ton, dan 2.555 ton di antaranya telah berhasil diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH). “Saya memberikan apresiasi kepada DLH yang telah bekerja dengan penuh disiplin dan rasa tanggung jawab. Namun, sampah kita adalah tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Pelatihan pembuatan paving block dari limbah plastik ini menjadi upaya nyata dalam mengurangi volume sampah sekaligus meningkatkan keterampilan masyarakat. Teknologi tersebut tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga mampu menciptakan nilai ekonomi baru bagi warga.

Limbah plastik yang sebelumnya tidak bernilai dapat diolah menjadi bahan bangunan alternatif yang kuat, tahan lama, dan layak dijual. Wabup Suhuk menekankan pentingnya edukasi dan pemberdayaan masyarakat. DLH disebut memiliki peran strategis dalam memastikan pelatihan ini berdampak langsung.

“Kami tidak akan membiarkan DLH berjalan sendiri. Pemerintah daerah akan terus mendukung, memfasilitasi, dan memastikan pengelolaan sampah menjadi paving block ini benar-benar menumbuhkan nilai ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah rencana Pemkab untuk mengadakan alat produksi paving block di seluruh kampung di Mahakam Ulu, sekaligus mendorong promosi dan pemasaran hasil produksi masyarakat.

Pelatihan ini juga sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan, penguatan ekonomi sirkular, serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan. Peserta pelatihan tidak hanya diberikan pemahaman mengenai konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle), tetapi juga diajarkan keterampilan teknis sehingga mampu memproduksi paving block secara mandiri.

“Limbah plastik bisa menjadi peluang usaha baru. Semakin banyak masyarakat yang terlibat, semakin besar kontribusi kita mengurangi pencemaran lingkungan,” pesan Suhuk.

Di akhir sambutan, Wabup Suhuk secara resmi membuka kegiatan tersebut. Ia menutup dengan ajakan penuh semangat untuk menjaga lingkungan sambil menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Angin sejuk bertiup di Ujoh Bilang, tiupannya kencang daun pun berguguran. Limbah plastik kita daur ulang, ciptakan paving block ramah lingkungan,” ucapnya. Pelatihan ini diharapkan menjadi awal yang kuat menuju Mahakam Ulu yang maju, merata, dan berkelanjutan. (*)

Editor : Sukri Sikki
#pelatihan #Angela Idang Belawan #Pemkab Mahulu #Dinas Lingkungan Hidup (DLH)