UJOH BILANG - Pembangunan ruas jalan penghubung Kutai Barat–Mahakam Ulu (Kubar–Mahulu) terus menunjukkan kemajuan. Wakil Ketua I DPRD Kalimantan Timur, Ekti Imanuel menyebutkan, sebagian besar pekerjaan pada segmen utama telah diselesaikan.
Sisanya masih dalam proses dan menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui APBN. Menurut Ekti, segmen 1, 2, 3, dan 4 dengan total panjang sekitar 28 kilometer pada prinsipnya telah selesai. Namun masih terdapat beberapa titik yang belum tersambung secara penuh.
“Di segmen 1 sampai 4 itu memang masih ada beberapa titik yang belum tersambung,” ujarnya, Rabu (7/1).
Ia menjelaskan, dari segmen tersebut masih tersisa sekitar 7,5 kilometer yang akan dikerjakan dan dituntaskan pada tahun 2026. “Sisa sekitar 7,5 kilometer itu akan diselesaikan tahun 2026,” tegas Ekti.
Untuk sisa ruas jalan Kubar–Mahulu yang menjadi kewenangan APBN, panjangnya mencapai sekitar 30 kilometer. Ruas tersebut telah masuk dalam skema proyek multiyears contract (MYC) dan ditargetkan rampung pada 2027.
“Yang menjadi kewenangan APBN kurang lebih 30 kilometer. Itu sudah masuk MYC dan diperkirakan selesai tahun 2027,” jelasnya.
Ekti juga memaparkan tahapan pembangunan jalan di wilayah Mahakam Ulu, yang menghubungkan sejumlah kecamatan strategis mulai dari Tering–Ujoh Bilang, dilanjutkan ke Long Bagun, Long Pahangai, hingga Long Apari.
“Kalau ruas Tering–Ujoh Bilang sudah selesai dari provinsi, barulah pembangunan bergeser ke Long Bagun, Long Pahangai, dan selanjutnya ke Long Apari,” pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Mahulu Angela Idang Belawan menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian dan dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terhadap pembangunan infrastruktur dasar di wilayahnya.
“Saya sangat bersyukur karena Pak Gubernur sudah menyempatkan waktu berkunjung ke Mahakam Ulu. Itu menjadi angin segar yang luar biasa bagi kami, karena tanpa dukungan beliau, Mahakam Ulu tentu tidak bisa berkembang seperti sekarang,” ujar Angela.
Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud telah meresmikan jalan Poros Tering - Ujoh Bilang yakni pembangunan segmen 1 2 3 dan 4, sepanjang 28 Km dari total jarak 140 Km pada Selasa (6/1).
Ia menegaskan, dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tidak hanya terlihat pada pembangunan jalan, tetapi juga pada pembangunan Bandara Ujoh Bilang yang saat ini masih dalam tahap penyelesaian.
“Pembangunan bandara ini bukan hanya dari APBD Kabupaten, tetapi provinsi juga sangat ambil andil di dalamnya,” jelasnya.
Angela juga mengungkapkan bahwa Gubernur Kaltim telah meninjau langsung akses jalan darat dari Kutai Barat menuju Mahakam Ulu, sekaligus memberikan dukungan anggaran yang signifikan untuk penambahan ruas jalan.
“Beliau sudah memberikan anggaran yang luar biasa untuk penambahan hingga 20 kilometer lagi. Jadi total jalan yang dibangun oleh provinsi mencapai 40 kilometer,” ungkapnya.
Menurut Angela, keberlanjutan pembangunan jalan merupakan fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Jalan adalah infrastruktur dasar yang harus terus kita lanjutkan dan kembangkan. Dari situlah perekonomian Mahakam Ulu bisa berjalan dengan baik,” tutupnya. (*)
Editor : Sukri Sikki