UJOH BILANG – Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) Tahun 2026 resmi dimulai, Senin (13/4). Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Mahulu Suhuk yang membacakan sambutan Bupati Mahulu, Angela Idang Belawan.
Dalam sambutan tertulisnya, bupati menegaskan bahwa orientasi PPPK merupakan tahapan penting dalam membentuk karakter, integritas, serta pemahaman peserta sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Kegiatan ini juga menjadi tindak lanjut dari regulasi nasional terkait pembinaan PPPK.
“Orientasi ini menjadi langkah awal untuk membangun ASN yang profesional, berintegritas, serta mampu menjalankan tugas sebagai abdi negara dan abdi masyarakat,” demikian disampaikan Wakil Bupati saat membacakan sambutan.
Baca Juga: Pedagang Pasar Induk Sangatta Keluhkan Ritel Modern Buka Terlalu Pagi
Sebanyak 433 peserta mengikuti orientasi tahun ini. Rinciannya, 85 orang tenaga kesehatan, 277 tenaga teknis, dan 71 tenaga guru. Mereka merupakan peserta yang telah melalui proses seleksi dan dinyatakan layak mengemban tugas pelayanan publik di Mahulu.
Pelaksanaan orientasi dilakukan melalui sistem Massive Open Online Course (MOOC) dengan metode pembelajaran mandiri. Peserta dituntut memiliki kedisiplinan, tanggung jawab, serta komitmen tinggi dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Selain itu, peserta juga akan mendapatkan pendampingan melalui penguatan jasmani, rohani, dan spiritual. Wabup juga mengingatkan bahwa orientasi PPPK hanya dilaksanakan satu kali selama masa perjanjian kerja.
Karena itu, seluruh peserta diminta memanfaatkan kesempatan tersebut dengan maksimal. Tak hanya itu, peserta diwajibkan lulus dengan nilai minimal 70,01 atau kualifikasi paling rendah “baik”. Hasil orientasi akan menjadi salah satu pertimbangan dalam evaluasi dan perpanjangan kontrak kerja ke depan.
Sejumlah penekanan turut disampaikan, di antaranya, pentingnya membangun disiplin dan integritas sejak dini, memahami tugas dan fungsi jabatan, menjaga etika sebagai ASN, serta meningkatkan kompetensi secara berkelanjutan.
Peserta juga diminta mengedepankan orientasi pelayanan kepada masyarakat, bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif. Selain itu, menjaga kesehatan fisik dan mental serta memperkuat nilai spiritual menjadi bagian penting dalam mendukung kinerja.
“Diharapkan melalui orientasi ini lahir PPPK Mahulu yang profesional, adaptif, dan mampu menjadi motor penggerak pembangunan daerah,” pungkasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki