Wakil Bupati Suhuk (keempat kanan) dan Wakil Ketua II Desiderius Dalung Lasah (tiga kiri) beserta jajaran dan peserta Musrenbang abadikan momen bersama di Ballroom Lantai 3 Setkab Mahulu, Selasa (14/4). (JODY KRISTIANTO/KP)
KALTIMPOST.ID, UJOH BILANG–Wakil Bupati Mahakam Ulu, Suhuk, membuka secara resmi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027, Selasa (14/4).
Kegiatan tersebut berlangsung di ibu kota kabupaten dan dihadiri jajaran DPRD, perangkat daerah, serta berbagai pemangku kepentingan.
Dalam kesempatan itu, Suhuk membacakan sambutan Bupati Mahakam Ulu, Angela Idang Belawan. Musrenbang RKPD merupakan forum strategis sekaligus amanat regulasi dalam menyusun arah pembangunan daerah secara partisipatif.
“Forum itu menjadi ruang menyatukan aspirasi masyarakat dari kampung dan kecamatan, untuk diselaraskan dengan program prioritas pemerintah daerah,” ujarnya.
Tema pembangunan Mahakam Ulu 2027 difokuskan pada pemerataan layanan dasar di seluruh wilayah, penguatan daya saing ekonomi lokal, serta konsolidasi kelembagaan guna mendukung pertumbuhan berkelanjutan.
Menurutnya, tantangan pembangunan ke depan tidak ringan. Kebutuhan pembangunan masih besar, sementara kemampuan fiskal daerah terbatas. Karena itu, diperlukan ketajaman dalam menentukan prioritas program.
“Tidak boleh lagi ada kegiatan yang tidak jelas manfaatnya. Tidak boleh ada duplikasi program, apalagi kegiatan seremonial tanpa dampak nyata,” tegasnya.
Dia juga menekankan pentingnya setiap program dilengkapi indikator kinerja yang terukur, serta berdampak langsung bagi masyarakat. Selain itu, Musrenbang diminta menjadi ruang dialog yang konstruktif dan berorientasi solusi, bukan sekadar formalitas.
Wabup turut mengingatkan seluruh perangkat daerah untuk menjaga konsistensi dan ketepatan waktu dalam proses perencanaan. Hal ini penting agar manfaat pembangunan dapat segera dirasakan masyarakat.
Musrenbang RKPD 2027 Kabupaten Mahakam Ulu diharapkan menghasilkan rumusan program yang tepat sasaran sebagai dasar penyempurnaan rencana pembangunan daerah.
“Kita ingin pembangunan benar-benar dirasakan hingga ke kampung-kampung,” pungkasnya. (*)