Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Ketua Komisi II DPRD Mahulu Dukung Pelestarian Adat Uman Untat di Kampung Rukun Damai

Jody Kristianto • Sabtu, 16 Mei 2026 | 19:36 WIB
Ketua Komisi II DPRD Mahakam Ulu (Mahulu) Gohen Merang Sapulete
Ketua Komisi II DPRD Mahakam Ulu (Mahulu) Gohen Merang Sapulete

KALTIMPOSTID-Ketua Komisi II DPRD Mahakam Ulu (Mahulu) Gohen Merang Sapulete menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan adat Uman Untat di Kampung Rukun Damai, Kecamatan Long Bagun, Sabtu (16/5).

Menurutnya, tradisi tersebut bukan sekadar pesta panen, tetapi juga menjadi bentuk rasa syukur masyarakat atas hasil kerja selama satu musim berladang.

“Uman Untat ini merupakan pesta panen dan ungkapan syukur masyarakat atas hasil yang mereka dapatkan. Prosesnya panjang, mulai dari nebas, cincang, tebang, bakar, nugal sampai panen,” ujarnya.

Baca Juga: LAPORAN KHUSUS: Polda Kaltim Ungkap 22 Kasus Penyalahgunaan BBM Bersubsidi, Dugaan Solar untuk Industri Masih Didalami Polisi

Ia menjelaskan, adat Uman Untat merupakan budaya masyarakat Dayak yang diwariskan secara turun-temurun dan hingga kini masih terus dilaksanakan setiap tahun oleh masyarakat kampung.

Karena itu, DPRD Mahulu mendukung agar kegiatan adat dan budaya seperti tersebut tetap dipertahankan sebagai bagian dari identitas masyarakat lokal.

Menurut Gohen, pelestarian budaya menjadi penting agar generasi muda tetap mengenal nilai-nilai adat dan tradisi leluhur di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.

“Kegiatan seperti ini harus terus berjalan supaya generasi muda tetap mengingat nilai budaya dan adat masyarakat Dayak agar tidak hilang,” katanya.

Ia juga mengapresiasi perhatian Pemkab Mahulu terhadap kegiatan adat masyarakat. Kehadiran Wakil Bupati Mahulu bersama jajaran pemerintah daerah dinilai menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal di kampung-kampung.

“Ini juga kampung saya, jadi saya sangat bersyukur pemerintah daerah, terutama Pak Wakil Bupati bersama rombongan bisa hadir di kegiatan ini,” ucapnya.

Baca Juga: LAPORAN KHUSUS: Hiswana Migas Sebut Antrean Solar di Balikpapan Dipicu Kuota Subsidi Minim, Minta Pemerintah Pusat Tidak Hanya Fokus ke Jawa

Selain sebagai tradisi budaya, kegiatan adat seperti Uman Untat juga dinilai mampu mempererat hubungan sosial antarwarga serta menjaga semangat kebersamaan masyarakat kampung.

Gohen berharap sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat terus terjalin sehingga berbagai aspirasi masyarakat dapat diperjuangkan dan direalisasikan secara bertahap.

Ia mendorong agar pelaksanaan kegiatan adat ke depan dapat dilakukan secara bersama antar kampung sehingga hubungan persaudaraan masyarakat Dayak di Mahulu semakin kuat.

“Walaupun kampung berbeda-beda, budaya kita kurang lebih sama. Kalau bisa dilaksanakan bersama tentu akan semakin mempererat tali persaudaraan antar masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, semangat kebersamaan tersebut juga dapat mendukung pemerintah dalam menjalankan program pembangunan dan penyaluran bantuan kepada masyarakat di daerah pedalaman.

Pelestarian adat dan budaya lokal, kata dia, tidak hanya menjadi tanggung jawab masyarakat adat, tetapi juga membutuhkan dukungan pemerintah agar tradisi yang diwariskan leluhur tetap terjaga dan dikenal generasi mendatang. (rd)

Editor : Romdani.
#penajam paser utara #ibu kota nusantara #kutai kartanegara #Mahakam Ulu #Kutai Barat