UJOH BILANG – Polres Mahakam Ulu (Mahulu) menerapkan pola pengamanan rawan dalam pelaksanaan Pemilihan Petinggi Kampung (Piltikam) serentak yang akan berlangsung pada 25 Mei 2026. Sebanyak 148 personel diterjunkan untuk mengawal jalannya tahapan pemungutan suara hingga distribusi logistik di lima kecamatan.
Wakil Kepala Polres Mahulu, Kompol Djoko Purwanto mengatakan, sebelum pelaksanaan Piltikam, pihaknya bersama stakeholder telah melaksanakan rapat koordinasi guna menyamakan persepsi terkait aturan dan mekanisme pengamanan.
“Seperti yang sudah disampaikan dalam amanat Bapak Kapolres Mahulu AKBP Eko Alamsyah, sebelumnya kami melaksanakan rakor bersama stakeholder untuk penyamaan persepsi, supaya satu suara terkait mana yang diperbolehkan dan mana yang tidak diperbolehkan dalam pelaksanaan pemilihan petinggi,” ujar Djoko usai apel gelar pasukan di Mako Polres Mahulu, Jumat (22/5).
Ia menjelaskan, pada Sabtu mendatang Polres Mahulu akan melaksanakan apel pergeseran pasukan, sekaligus pengawalan distribusi logistik kotak suara menuju kecamatan dan TPS.
Pengamanan dibagi dalam beberapa zona. Zona 1 meliputi Kecamatan Laham dan sekitarnya, Zona 2 Kecamatan Long Pahangai, serta Zona 3 Kecamatan Long Apari. Sedangkan Kecamatan Long Bagun akan mendapat tambahan dukungan personel dari Polres Mahulu.
“Nanti hari Sabtu juga ada pengawalan logistik bersama kotak suara ke kecamatan-kecamatan yang nantinya dijadikan TPS dalam pemungutan suara Piltikam ini,” katanya.
Baca Juga: Tak Kuat Menanjak di Gunung Pesikng Kubar, Truk Masuk Jurang, Sopir Tewas Tertimpa Kendaraan Sendiri
Djoko menilai tingkat kerawanan Piltikam lebih tinggi dibanding pemilihan umum lainnya, karena calon petinggi berasal dari masyarakat setempat dan bersentuhan langsung dengan warga.
“Kalau bicara rawan, tingkat kerawanannya lebih besar dibanding pemilihan presiden atau legislatif. Karena calon petingginya berasal dari masyarakat setempat, jadi langsung bersentuhan dengan masyarakat,” ungkapnya.
Karena itu, Polres Mahulu menerapkan pola pengamanan rawan dengan skema dua TPS dijaga dua personel polisi dan dibantu empat anggota linmas. “Kita menerapkan pola rawan, jadi dua TPS dijaga dua personel Polri dan empat orang Linmas,” jelasnya.
Ia menambahkan, sebanyak 148 personel yang tercantum dalam surat perintah Kapolres Mahulu akan disebar ke lima kecamatan. Selain itu, sejumlah perwira pengamat wilayah juga diturunkan untuk membantu para kapolsek.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemerintahan Kampung Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Mahulu, Yohanes Belawan memastikan kesiapan pelaksanaan Piltikam serentak telah mencapai 100 persen.
“Berkaitan dengan kegiatan hari ini, kami dari DPMK juga menghadiri apel siaga dalam rangka persiapan pendistribusian dan pemantauan pelaksanaan pemilihan petinggi serentak tanggal 25 Mei. Untuk kesiapan sudah 100 persen,” ujarnya.
Ia menjelaskan, distribusi logistik untuk Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari dijadwalkan pada 23 Mei. Sedangkan wilayah Long Bagun hingga Laham akan dilakukan pada 24 Mei. “Untuk kesiapan sudah rampung, tinggal pergeseran logistik dan pelaksanaannya saja,” katanya.
Yohanes menyebut, terdapat 25 TPS yang tersebar di 20 kampung. Awalnya hanya disiapkan 24 TPS, namun khusus di Ujoh Bilang ditambah satu TPS karena jumlah pemilih cukup banyak.
“Karena jumlah pemilih di Ujoh Bilang cukup banyak, sehingga untuk mengantisipasi kehadiran pemilih ditambah dua TPS di sana, sehingga total menjadi 25 TPS,” jelasnya.
Ia menambahkan, jumlah kotak suara yang disiapkan mengikuti jumlah TPS, yakni sebanyak 25 kotak suara. Di akhir keterangannya, Yohanes mengimbau masyarakat agar menggunakan hak pilih dalam Piltikam mendatang.
“Kami mengharapkan partisipasi pemilih untuk berbondong-bondong datang ke TPS menyalurkan hak pilihnya. Gunakan hak pilih sesuai hati nurani dan pilih calon petinggi yang amanah untuk membangun kampung masing-masing,” tutupnya. (*)
Editor : Sukri Sikki