Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Wabup Suhuk Tinjau Banjir di Laham dan Long Hubung: Listrik dan Telekomunikasi Jadi Sorotan

ADV • Minggu, 24 Mei 2026 | 16:47 WIB
Wakil Bupati Suhuk didampingi Kalaksa BPBD Mahulu Agus Darmawan dan Plh Dissos Zita Devung Paran menyambangi rumah warga yang tergenang banjir, Rabu (20/5). (JODY KRISTIANTO/KP)
Wakil Bupati Suhuk didampingi Kalaksa BPBD Mahulu Agus Darmawan dan Plh Dissos Zita Devung Paran menyambangi rumah warga yang tergenang banjir, Rabu (20/5). (JODY KRISTIANTO/KP)

 

UJOH BILANG - Wakil Bupati (Wabup) Mahulu Suhuk bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial, melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi banjir di Kecamatan Laham dan Kecamatan Long Hubung, Rabu (20/5).

Mereka meninjau sejumlah wilayah terdampak, termasuk Kampung Laham, Long Hubung, dan Datah Bilang yang saat itu terendam banjir cukup tinggi. “Memang kalau kita melihat ketinggian air bisa lebih dari satu meter,” ujar Suhuk.

Ia berharap aktivitas masyarakat dapat kembali normal. Dalam kesempatan itu, pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir.

“Memang bantuan ini semampunya kita dulu karena keterbatasan anggaran. Tapi ke depan nanti kita usahakan lebih fokus untuk kegiatan-kegiatan seperti ini, karena ini betul-betul bisa dirasakan langsung oleh masyarakat yang terdampak banjir,” katanya.

Baca Juga: Bupati Mahulu Tegaskan Pentingnya Sinkronisasi dan Akurasi Target SPM

Selain merendam permukiman warga, banjir juga berdampak terhadap pelayanan dasar masyarakat, terutama kelistrikan dan jaringan komunikasi di wilayah terdampak.

Suhuk menjelaskan, kondisi gardu PLN di Datah Bilang berada di titik rendah sehingga rawan terdampak banjir. Pemerintah daerah sebelumnya juga telah mengusulkan relokasi fasilitas tersebut.

“Kalau khusus di Kecamatan Long Hubung, posisi PLN di Datah Bilang ini memang paling rendah. Itu sudah diwacanakan untuk dipindahkan atau direlokasi. Tapi kita juga harus hati-hati, jangan sampai listrik tetap dihidupkan karena rawan untuk masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, sebagian besar masyarakat menggunakan pompa air maupun instalasi listrik yang berada di bagian bawah rumah sehingga berpotensi membahayakan saat banjir tinggi.

“Kita akan coba petakan, kalau memang banjirnya tidak terlalu tinggi mungkin sebagian bisa hidup, sebagian lagi dipadamkan demi keamanan masyarakat,” tambahnya.

Terkait gangguan telekomunikasi, Suhuk mengatakan pemerintah daerah telah mengusulkan kepada pemerintah pusat agar tower telekomunikasi di wilayah Mahulu memiliki sumber daya listrik mandiri dan tidak hanya bergantung pada pasokan PLN.

“Kemarin sudah kita usulkan ke pusat melalui Ibu Bupati. Mudah-mudahan ke depan tower telekomunikasi ini bisa punya power sendiri, karena selama ini masih bergantung pada arus listrik PLN,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Mahulu Agus Darmawan mengatakan pihaknya mendampingi langsung Wakil Bupati dalam patroli dan peninjauan kondisi banjir di lapangan.

“Mengenai kegiatan hari ini, kami mendampingi Bapak Wakil Bupati untuk patroli dan peninjauan banjir. Sekaligus kami melakukan pendataan ulang karena data sebelumnya yang kami terima masih ada yang kurang akurat,” ujarnya.

Menurut Agus, peninjauan langsung dilakukan untuk memastikan kondisi riil warga terdampak, terutama di Kampung Data Bilang yang banyak rumah warga masih terendam banjir.

“Nah, sekarang kita sudah melihat langsung kondisi di lapangan, memang banyak rumah warga terutama di Kampung Datah Bilang yang terendam. Jadi kita sekaligus memperbaiki data yang sebelumnya telah dikirim beberapa petinggi kampung,” katanya.

Ia menambahkan, hasil pendataan terbaru nantinya akan menjadi dasar penyaluran bantuan oleh Dinas Sosial kepada masyarakat terdampak banjir.

Pelaksana Harian Kepala Dinas Sosial dan P2PA Mahulu Zita Devung Paran mengatakan bantuan darurat telah mulai disalurkan, kepada warga terdampak di Kecamatan Laham dan Long Hubung.

“Dalam kunjungan mendampingi Bapak Wakil Bupati hari ini di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Laham dan Kecamatan Long Hubung, bantuan yang diberikan dalam keadaan tanggap darurat berupa beras lima kilogram, Indomie satu dus, dan minyak goreng satu liter,” jelasnya.

Zita menyebutkan, pada tahap awal pemerintah menyalurkan sebanyak 30 paket bantuan kepada warga terdampak banjir. “Untuk saat ini ada 30 paket bantuan, karena untuk bantuan berikutnya masih dipersiapkan,” sebutnya.

Ia menambahkan, Dinas Sosial saat ini menyiapkan sekitar 1.500 paket bantuan untuk penanganan banjir di wilayah terdampak. “Estimasi sementara paket bantuan yang disiapkan sekitar 1.500 paket,” tutupnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
#Suhuk #banjir #Pemkab Mahulu #dinas sosial #bpbd