UJOH BILANG – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) mulai menyusun arah pengembangan kawasan wisata Jantur Long Melaham melalui Seminar Pendahuluan Hasil Penyusunan Dokumen Perencanaan Wisata Jantur Long Melaham, Rabu (3/6/2026).
Bupati Mahulu Angela Idang Belawan dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, drg Agustinus Teguh Santoso mengatakan, Mahulu memiliki potensi alam dan budaya yang besar untuk dikembangkan sebagai sektor unggulan daerah.
Menurutnya, kawasan wisata Jantur Long Melaham tidak hanya menawarkan keindahan alam yang masih terjaga, tetapi juga memiliki nilai ekologis, sosial, dan budaya yang dapat menjadi bagian penting dalam pembangunan pariwisata Mahulu.
“Potensi yang besar tidak akan berkembang secara optimal tanpa arah perencanaan yang jelas dan terukur. Karena itu, penyusunan dokumen perencanaan wisata menjadi langkah penting untuk memastikan pengembangan kawasan dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan,” ujarnya.
Baca Juga: Wujudkan Tata Kelola Akuntabel, Pemkab Kubar Genjot Optimalisasi Barang Milik Daerah
Ditegaskan bahwa pengembangan kawasan wisata harus memperhatikan daya dukung lingkungan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Karena itu, keterlibatan berbagai pihak dinilai menjadi kunci dalam penyusunan perencanaan yang komprehensif.
Ia menyebut, pengembangan destinasi wisata tidak hanya berkaitan dengan pembangunan sarana dan prasarana, tetapi juga mencakup penataan aksesibilitas, tata kelola destinasi, pelestarian lingkungan, serta penguatan peran masyarakat kampung.
“Perencanaan yang baik harus mampu menjaga keseimbangan antara pembangunan, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat,” katanya.
Selain menjaga kelestarian alam dan identitas lokal, sektor pariwisata juga diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Kehadiran destinasi wisata dinilai dapat mendorong tumbuhnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), memperkuat peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), serta menciptakan lapangan usaha yang berdampak langsung bagi warga.
Dalam sambutan tersebut, Pemkab Mahulu juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah kampung, masyarakat adat, hingga kelompok masyarakat, untuk bersinergi dalam mewujudkan pengembangan wisata yang terarah dan berkelanjutan.
Seminar pendahuluan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menghasilkan dokumen perencanaan yang dapat menjadi pijakan strategis bagi pengembangan kawasan wisata Jantur Long Melaham di masa mendatang. (*)
Editor : Sukri Sikki