KALTIMPOST.ID, UJOH BILANG – Komisi II DPRD Mahakam Ulu (Mahulu) mendukung penyusunan dokumen perencanaan pengembangan objek wisata Jantur Long Melaham di Kampung Long Melaham, Kecamatan Long Bagun.
Perencanaan yang matang dinilai menjadi kunci agar destinasi wisata tersebut dapat berkembang secara terarah dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Ketua Komisi II DPRD Mahulu, Gohen Merang Sapulete, mengatakan pembahasan perencanaan wisata tersebut melibatkan berbagai pihak, termasuk akademisi dari Universitas Mulawarman (Unmul), pemerintah kampung, tokoh adat, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dan tokoh pemuda.
"Hari ini kita melakukan pembahasan perencanaan pembangunan Jantur Long Melaham yang terletak di Kampung Long Melaham. Ada narasumber dari Unmul, pemerintah kampung, tokoh adat, Ketua Pokdarwis, dan tokoh pemuda yang turut memberikan masukan," ujarnya saat Seminar Pendahuluan Hasil Penyusunan Dokumen Perencanaan Wisata Jantur Long Melaham, Rabu (3/6).
Baca Juga: Dua PSEL di Kaltim Masuk Tahap Verifikasi Lapangan, Sampah Bakal Diubah Jadi Listrik dalam 1-3 Tahun
Sebagai mitra kerja sektor pariwisata, Komisi II DPRD Mahulu mendukung penuh penyusunan dokumen tersebut. Menurut Gohen, pengembangan kawasan wisata harus diawali dengan perencanaan yang baik agar tercipta destinasi yang terarah, terpadu, dan berbasis potensi lokal.
"Kita dari Komisi II DPRD Mahulu mendukung kegiatan ini. Kita juga akan memantau dan memberikan masukan kepada narasumber maupun pemerintah kampung agar kawasan wisata ini ditata sebaik mungkin," katanya.
Ia menilai, apabila kawasan wisata Jantur Long Melaham telah terealisasi, maka dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat. Selain menjadi tujuan wisata baru, kawasan tersebut juga berpotensi menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha.
Baca Juga: Utang Pemkot Samarinda Masih Rp 400 Miliar, Pemkot Samarinda Dahulukan Gaji dan Pelayanan Publik
Menurutnya, pengelolaan yang baik dapat membuka peluang penerimaan daerah melalui retribusi parkir maupun sektor pendukung lainnya yang tumbuh di sekitar kawasan wisata.
"UMKM bisa ditempatkan di sana dan ditata dengan baik. Dengan begitu, ada manfaat ekonomi bagi masyarakat dan berpotensi menambah pendapatan asli daerah," jelasnya.
Meski memiliki prospek yang menjanjikan, Gohen mengakui pengembangan wisata Jantur Long Melaham masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait aksesibilitas dan infrastruktur pendukung.
Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas jalan menuju lokasi wisata. Sementara pemerintah kampung dan Pokdarwis diharapkan mampu menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung.
"Kita berharap pemerintah bisa memperbaiki akses jalan. Kemudian pemerintah kampung bersama Pokdarwis mengatur dan menjaga keamanan kawasan wisata. Karena kalau keamanan tidak terjamin, tentu orang akan enggan berkunjung," tegasnya.
Ia optimistis dengan dukungan seluruh pihak, Jantur Long Melaham dapat berkembang menjadi destinasi wisata unggulan berbasis lokal yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat sektor pariwisata Mahulu. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo