KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Ketergantungan Mahakam Ulu (Mahulu) pada jalur sungai untuk memasok kebutuhan pangan menyisakan persoalan yang belum kunjung tuntas. Ketika musim hujan tiba, debit Sungai Mahakam meningkat dengan arus yang deras.
Sebaliknya, ketika kemarau tiba, permukaan air menyusut hingga menghambat lalu lintas angkutan barang. Sementara itu, jalur darat sepanjang sekitar 100 kilometer belum cukup memadai untuk menjadi alternatif distribusi.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada masyarakat Mahulu di kawasan pedalaman, terutama Long Pahangai dan sekitarnya, yang masih harus membeli bahan pokok dengan harga lebih tinggi dibanding daerah lain di Kaltim.
Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekti Imanuel, menilai persoalan itu membutuhkan solusi jangka panjang. Dia mendorong Pemprov dan Pemkab Mahulu berkolaborasi membangun gudang logistik atau gudang sembako di Long Pahangai sebagai pusat penyimpanan bahan pokok.
Menurutnya, distribusi menuju Long Pahangai tidak hanya bergantung pada kondisi cuaca, tetapi juga harus melewati lanskap alam berupa tiga riam besar di Sungai Mahakam. Dari Riam Udang, Riam Panjang, hingga Riam Haloq. Jalur riam ini tak dimungkiri menyulitkan pengangkutan barang, terutama dalam jumlah besar.
"Jalur sungai dari Long Bagun menuju Long Pahangai harus melewati tiga riam besar. Ini menjadi hambatan utama distribusi logistik," ujarnya beberapa waktu lalu. Akibat keterbatasan infrastruktur itu, membuat biaya angkut logistik menjadi sangat tinggi. Dalam sekali perjalanan, lanjut Ekti, kendaraan dengan bak terbuka hanya mampu membawa sekitar satu ton barang dengan biaya operasional mencapai Rp7-8 juta.
Ongkos distribusi itu berujung pada dibebankan pada harga jual kebutuhan pokok. Dampaknya, harga sembako di wilayah pedalaman Mahulu kerap melambung dan semakin membebani masyarakat. Karena itu, Ekti menilai pembangunan gudang logistik menjadi langkah strategis untuk menjaga ketersediaan stok bahan pokok sekaligus menekan gejolak harga ketika distribusi terganggu akibat cuaca maupun kondisi sungai.
"Gudang itu nantinya akan menjadi pusat penyimpanan bahan pokok sehingga pasokan tetap tersedia sepanjang tahun," kata Politikus Gerindra itu mengakhiri. (riz)
Editor : Muhammad Rizki