KALTIMPOST.ID, UJOH BILANG – Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Angela Idang Belawan berkomitmen memperkuat pendidikan inklusi di daerah dengan menyiapkan program pelatihan yang melibatkan guru PAUD dan orang tua. Langkah tersebut dinilai penting agar pendampingan terhadap anak berkebutuhan khusus (ABK) dapat berjalan selaras, baik di sekolah maupun di rumah.
Baca Juga: Bupati Mahulu Ajak Masyarakat Hibahkan Lahan, Targetkan TK Negeri Baru Dibangun Tahun Depan
Hal itu disampaikan Angela usai melakukan monitoring dan evaluasi di TK Merpati dan TK Pembina, Rabu (22/7). Ia mengatakan, pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan merancang pelatihan yang menghadirkan narasumber berpengalaman di bidang pendidikan inklusi.
Pelatihan itu ditujukan untuk meningkatkan kemampuan guru sekaligus membekali orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak. “Saya ingin melalui PAUD dan Dinas Pendidikan ada pelatihan bagi guru dan orang tua tentang bagaimana mendidik anak secara berkolaborasi. Dengan begitu, anak-anak yang mempunyai kebutuhan khusus ataupun anak-anak yang memang memerlukan pendampingan bisa tumbuh lebih matang dan mandiri, sampai ke jenjang SD bahkan hingga perguruan tinggi," ujar Angela.
Baca Juga: Rita Asmara Dewi Resmi Nakhodai DPC PKB Kutai Barat, Usung Semangat Baru Bangun Kubar
Menurutnya, pendidikan inklusi harus dibangun sejak usia dini karena PAUD dan TK merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter dan kemampuan anak.
"Itulah sebabnya kita harus mempersiapkan fondasinya dari PAUD dan TK. Saya ingin menghadirkan pelatihan dengan narasumber yang memang memiliki kompetensi di bidang pendidikan inklusi," katanya.
Angela mengakui, Kabupaten Mahulu saat ini masih menghadapi keterbatasan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang pendidikan inklusi. Meski demikian, kondisi tersebut tidak menjadi alasan untuk menunda upaya peningkatan kualitas layanan pendidikan bagi ABK.
"Di Kabupaten Mahulu memang kita belum memiliki SDM yang memadai di bidang pendidikan inklusi. Tetapi itu tidak menutup kemungkinan bagi kita untuk memberikan pendampingan yang lebih baik, seperti yang dilakukan guru-guru inklusi di daerah lain," tuturnya.
Baca Juga: Penyu Lekang Terdampar di Pantai Belakang Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan Berhasil Diselamatkan
Ia menegaskan, keberhasilan pendidikan inklusi tidak hanya bergantung pada kemampuan guru di sekolah. Peran orang tua dinilai sama pentingnya karena anak menghabiskan lebih banyak waktu di lingkungan keluarga.
"Kalau pelatihan hanya diberikan kepada guru, sementara orang tua tidak mendapat pemahaman yang sama, tentu penerapannya tidak akan maksimal. Karena itu pelatihan harus diberikan kepada keduanya, guru dan orang tua, supaya kolaborasi berjalan dengan baik dan anak memperoleh pendampingan yang berkelanjutan," tegas Angela.
Melalui program tersebut, Pemerintah Kabupaten Mahulu berharap kualitas layanan pendidikan inklusi semakin meningkat sehingga setiap anak, termasuk anak berkebutuhan khusus, memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, mandiri, dan meraih pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi. (*)
Editor : Sukri Sikki