KALTIMPOST.ID, UJOH BILANG – Komunitas Angler Mahakam Ulu (AMU) bakal menggelar kejuaraan memancing dasaran perdana pada 8 Agustus 2026 di Ujoh Bilang.
Tak sekadar adu keterampilan memancing, ajang ini juga menjadi momentum mengampanyekan pelestarian Sungai Mahakam dan penolakan terhadap praktik illegal fishing.
Pembina AMU Yason Liah mengatakan kejuaraan tersebut merupakan langkah awal membangun budaya memancing yang bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.
Ditemui di ruang kerjanya di Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Mahakam Ulu, Jumat (24/7). "Kami menyambut baik semangat Komunitas Angler Mahakam Ulu menyelenggarakan kejuaraan memancing dasaran di Ujoh Bilang. Kami berharap seluruh persiapan dapat dilakukan dengan baik sehingga kegiatan berjalan lancar," ujarnya.
Baca Juga: DPRD Dukung Pesantren Ramah Anak, Minta Kemenag Segera Siapkan Regulasi
Menurut pria yang menjabat sebagai Kepala Kesbangpol itu juga, kejuaraan tersebut harus memiliki nilai lebih dibanding sekadar perlombaan menangkap ikan. Ia menyisipkan kegiatan peduli lingkungan, seperti aksi bersih-bersih sampah di kawasan lomba hingga pelepasan bibit ikan di Sungai Mahakam.
"Dengan begitu kegiatan ini bukan hanya soal menjadi juara, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga sungai tetap bersih dan lestari adalah tanggung jawab bersama," katanya.
Yason juga menegaskan AMU akan menjadi garda terdepan dalam mengampanyekan olahraga memancing yang ramah lingkungan. Menurutnya, penggunaan racun maupun setrum ikan masih menjadi ancaman serius bagi kelestarian biota sungai.
"Racun tidak pandang bulu, semua biota akan mati. Dampaknya juga bisa memengaruhi rantai makanan dan kesehatan manusia. Karena itu praktik seperti ini harus dihentikan," tegasnya.
Baca Juga: Sawit Sumbang PDRB 5,99 Persen, Kaltim Bidik Jadi Pusat Ekonomi Baru Berbasis Hilirisasi
Ia mengakui praktik penangkapan ikan menggunakan racun maupun setrum diduga masih terjadi di sejumlah wilayah. Karena itu, pendekatan edukasi kepada masyarakat dinilai menjadi langkah penting sebelum penegakan aturan dilakukan.
Sementara itu, Ketua AMU Ronald mengatakan komunitas tersebut lahir dari tingginya antusiasme masyarakat Mahakam Ulu terhadap hobi memancing.
Para penghobi kemudian bersepakat membentuk wadah resmi agar memiliki arah organisasi yang jelas sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam mengedukasi masyarakat.
"Awalnya kami melihat peminat memancing di Mahakam Ulu sangat banyak. Dari situ muncul keinginan membentuk komunitas agar lebih terorganisir, memiliki program kerja, dan bisa berkolaborasi dengan pemerintah," katanya.
Menurut Ronald, kepengurusan AMU kini telah terbentuk dan telah didaftarkan ke Kesbangpol. Saat ini pihaknya tengah menyelesaikan proses pembuatan akta komunitas sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca Juga: Peringati Hari Hepatitis Sedunia, Dinkes Kubar Edukasi Pelajar lewat Senam dan Dialog Kesehatan
Melalui kejuaraan perdana tersebut, AMU ingin mengampanyekan budaya memancing yang legal dan ramah lingkungan.
"Kami ingin mengajak masyarakat maupun para penghobi memancing untuk tidak menggunakan setrum, bom ikan, racun, maupun cara lain yang termasuk kategori illegal fishing," ujarnya.
Ronald menambahkan, panitia menargetkan lebih dari 100 peserta mengikuti perlombaan yang akan digelar di kawasan Pelabuhan Tikah hingga Pelabuhan Besar Ujoh Bilang.
Biaya pendaftaran ditetapkan Rp50 ribu per peserta. Selain hadiah bagi para juara, panitia juga menyiapkan doorprize untuk peserta. Masyarakat yang ingin mengikuti kejuaraan tersebut dapat menghubungi panitia melalui CP 0822-5052-0888.
Baca Juga: Polsek Melak Ringkus Terduga Pengedar Sabu di Melak Ulu
"Nominal hadiah utama masih kami sesuaikan dengan dukungan yang masuk. Namun yang pasti hadiah juara dan doorprize sudah kami siapkan agar kegiatan ini semakin meriah," pungkas Ronald. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo