KALTIMPOST.ID, UJOH BILANG – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) memastikan terus memberikan dukungan terhadap pembinaan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), meski masih dihadapkan pada keterbatasan fasilitas pendidikan dan pelatihan.
Baca Juga: Wakil Bupati Suhuk Buka Pusdiklat Paskibraka Mahulu 2026, Tekankan Disiplin dan Jiwa Kebangsaan
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Mahulu, Suhuk, usai membuka Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Paskibraka Tahun 2026 di Tribun Ujoh Bilang, Selasa (28/7). Suhuk mengaku bangga melihat semangat 25 calon Paskibraka yang akan dipersiapkan untuk bertugas pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus mendatang.
"Saya hadir memenuhi undangan pembukaan pelatihan Paskibraka di Mahakam Ulu. Harapan kita melalui pelatihan ini mereka dapat menjalankan tugas pengibaran maupun penurunan Bendera Merah Putih dengan baik. Pemerintah daerah akan terus mendukung dan memberikan support kepada anak-anak kita yang mengikuti Paskibraka," ujarnya.
Menurut Suhuk, menjadi anggota Paskibraka bukan hanya sebuah kehormatan, tetapi juga dapat menjadi bekal bagi para pelajar untuk meraih cita-cita di masa depan.
"Tadi saya sempat bersalaman dengan mereka, saya lihat posturnya juga bagus-bagus. Kita berharap mereka nantinya bisa melanjutkan cita-cita masuk TNI maupun Polri, karena pengalaman menjadi Paskibraka menjadi nilai tambah bagi mereka," katanya.
Di sisi lain, Suhuk mengakui fasilitas yang digunakan sebagai lokasi pelatihan masih bersifat sementara. Kondisi tersebut terjadi karena keterbatasan sarana yang dimiliki pemerintah daerah.
"Memang saat ini adik-adik calon Paskibraka kita tempatkan di fasilitas yang ada. Kami sudah berdiskusi dengan Badan Kesbangpol dan sebenarnya ada alternatif menggunakan kawasan bumi perkemahan Pramuka, namun di sana juga terdapat beberapa bangunan yang sudah lama tidak digunakan sehingga mengalami kerusakan," jelasnya.
Pemerintah daerah, lanjut Suhuk, telah mengusulkan perbaikan sejumlah fasilitas agar dapat dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan kepemudaan, termasuk pelatihan Paskibraka pada tahun-tahun mendatang.
Meski demikian, ia menegaskan pembangunan gedung baru belum menjadi prioritas karena pemerintah masih fokus menyelesaikan pembangunan infrastruktur dasar, terutama peningkatan jalan di Kabupaten Mahakam Ulu yang membutuhkan anggaran besar.
"Bukan berarti kita tidak ingin membangun gedung baru, tetapi saat ini kemampuan anggaran masih kita prioritaskan untuk pembangunan infrastruktur yang lebih mendesak. Ke depan kami akan mencari alternatif fasilitas yang layak dengan kebutuhan anggaran yang lebih efisien sehingga kegiatan pembinaan generasi muda tetap berjalan optimal," pungkasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki