Wabup Suhuk Dorong Mahulu Jadi Destinasi Wisata Memancing

Jody Kristianto • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 08:16 WIB
POTENSIAL: Wakil Bupati Mahakam Ulu Suhuk melepaskan benih ikan jelawat didampingi Pembina Angler Mahakam Ulu Yason Liah (rompi hitam) simbolik dimulainya kompetisi mancing dalam rangka HUT RI ke 81 di Ujoh Bilang, Sabtu (8/8). JODY KRISTIANTO/KP
POTENSIAL: Wakil Bupati Mahakam Ulu Suhuk melepaskan benih ikan jelawat didampingi Pembina Angler Mahakam Ulu Yason Liah (rompi hitam) simbolik dimulainya kompetisi mancing dalam rangka HUT RI ke 81 di Ujoh Bilang, Sabtu (8/8). JODY KRISTIANTO/KP

KALTIMPOST.ID, LONG BAGUN – Upaya menjaga kelestarian ikan dan ekosistem Sungai Mahakam mulai diarahkan menjadi bagian dari pengembangan wisata memancing di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).

Hal tersebut mengemuka dalam Lomba Memancing Dasaran Angler Mahakam Ulu dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Long Bagun, Sabtu (8/8).

Wakil Bupati Mahulu Suhuk mengatakan, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang menyalurkan hobi, tetapi juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga alam dan memanfaatkan sumber daya perairan secara berkelanjutan.

Baca Juga: LAPORAN KHUSUS: Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Naik Jadi 3,35 Persen, Investasi dan IKN Jadi Penopang

“Kita bersyukur teman-teman dari Angler Mahakam Ulu bisa melaksanakan kegiatan ini. Mudah-mudahan bisa memberi edukasi kepada masyarakat untuk menjaga alam sekaligus mengelola dan mengambil hasil alam dengan cara yang baik,” kata Suhuk.

Ia mengapresiasi kegiatan pelepasan bibit ikan yang menjadi bagian dari rangkaian agenda tersebut. Menurutnya, upaya mengambil hasil alam harus diimbangi dengan menjaga ketersediaannya.

“Pada saat kita mengambil, ikannya jangan sampai habis. Harus ada juga untuk kelanjutan ikan kita yang ada di Mahakam,” ujarnya.

Suhuk juga menyoroti praktik penangkapan ikan menggunakan racun maupun setrum yang masih ditemukan di masyarakat. Menurutnya, eksploitasi secara berlebihan tanpa upaya pemulihan berpotensi menyebabkan populasi ikan semakin langka.

Baca Juga: Parah! Lansia 70 Tahun Diduga Disekap di Apartemen Serpong, Mobil dan HP Ikut Raib

“Dulu kita mancing di pinggir Sungai Mahakam, di jamban, sudah mulai dapat. Sekarang mulai agak sulit,” ungkapnya.

Karena itu, jika hasil evaluasi menunjukkan populasi ikan semakin menurun, pemerintah daerah terbuka untuk mendorong penebaran benih secara berkelanjutan.

“Kalau memang kelangkaan ikan sudah mulai ekstrem, mungkin benih-benih akan terus ditebar ke depannya untuk menjaga ketersediaan ikan kita,” tegasnya.

Angler Dorong Mahulu Jadi Destinasi

Pembina Komunitas Angler Mahakam Ulu, Yason Liah, mengatakan pihaknya mengapresiasi dukungan berbagai pihak terhadap kegiatan tersebut. Kehadiran langsung Wakil Bupati Mahulu, termasuk dukungan sebagai sponsor, dinilai menunjukkan adanya komitmen pemerintah terhadap pengembangan wisata memancing sekaligus pelestarian lingkungan.

“Kami mengapresiasi keterlibatan para pihak, termasuk unsur pimpinan yang ada di Mahakam Ulu, misalnya kehadiran langsung Pak Wakil Bupati sekaligus sebagai sponsor. Ini suatu hal yang kami anggap positif,” kata Yason.

Ia menegaskan, tujuan utama komunitas bukan sekadar menyelenggarakan perlombaan, tetapi mendorong Mahulu menjadi destinasi wisata memancing yang bisa diandalkan.

Baca Juga: Trauma Healing Polres Kubar Pulihkan Keceriaan Anak Korban Longsor Muara Bunyut

Namun, menurut Yason, cita-cita tersebut harus diawali dengan kesamaan komitmen untuk menjaga lingkungan dan habitat ikan agar tetap lestari.

“Kegiatan ini kami inline-kan dengan beberapa subkegiatan, misalnya pelepasan bibit ikan. Ke depan mungkin akan kami tingkatkan terus untuk varietas atau jenis lainnya,” jelasnya.

Menurutnya, Mahulu memiliki modal alam yang kuat untuk mengembangkan wisata memancing. Sungai dan kawasan perairan di wilayah ini menyimpan kekayaan biota air yang dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Dari sisi ekonomi, wisata memancing juga berpotensi menjadi sumber penggerak ekonomi masyarakat apabila dikelola secara serius.

Baca Juga: Liverpool Kehilangan Tiga Pilar, Ronald Araujo Jadi Langkah Awal Perombakan Skuad

“Dari sisi ekonomi, kegiatan wisata memancing sebagai salah satu destinasi yang bisa diandalkan. Mahakam Ulu menyediakan sumber daya alam yang luar biasa, terutama dari biota airnya,” katanya.

Yason menilai komunitas pemancing juga memiliki peran penting dalam menjaga kawasan perairan Mahulu. Para pemancing, kata dia, harus berada di barisan depan untuk melindungi habitat dari praktik illegal fishing, seperti penggunaan racun, setrum hingga bahan peledak.

“Kesamaan persepsi untuk melakukan proteksi terhadap kondisinya ini menjadi kewajiban bersama. Itu bisa diinisiasi oleh rekan-rekan dari komunitas pemancing yang notabene harus melindungi Mahulu dari praktik-praktik illegal fishing,” tegasnya.

Ia menambahkan, kelestarian tidak hanya menyangkut jumlah ikan, tetapi juga kebersihan alam, vegetasi di sekitar sungai serta perlindungan terhadap jenis ikan tertentu agar tidak dieksploitasi secara berlebihan.

“Wisata memancing ini membutuhkan kondisi khusus. Alamnya harus bersih, tumbuh-tumbuhannya masih sustainable, termasuk biota airnya seperti ikan. Bahkan jenis-jenis tertentu jangan sampai dieksploitasi secara berlebihan sehingga ada kontinuitas untuk generasi yang akan datang,” ujarnya.

Baca Juga: 15 Pria Ditangkap dalam Kasus Kekerasan Seksual Anak di Mamuju, Dua Pelaku Paman Korban

Spot Long Tuyoq Dilirik Pemancing Internasional

Di sisi lain, Yason mengakui pengembangan wisata memancing di Mahulu masih menghadapi kendala, terutama dari sisi sarana dan prasarana serta konektivitas.

“Memang sarana dan prasarana itu masih belum terkoneksi dengan baik. Sehingga masih banyak hal yang sifatnya konektivitas dan kemitraan menjadi sedikit terhambat,” katanya.

Meski demikian, ia optimistis persoalan tersebut dapat diatasi seiring perkembangan pembangunan di Mahulu.

Salah satu potensi yang disebutnya adalah kawasan Long Tuyoq yang dinilai memiliki spot memancing menarik dan bahkan telah mendapat perhatian dari pemancing dari luar negeri.

Baca Juga: Piala AFF 2026 Masuk Semifinal, 4 Tim Lolos dan Siap Berebut Tiket Final

“Di Long Tuyoq ada satu spot memancing yang sebenarnya sudah menarik perhatian internasional. Banyak juga pengunjung dari luar yang masuk lewat Long Lunuk, kemudian berkoordinasi dengan kampung setempat untuk melakukan kegiatan memancing di alam liar,” ungkapnya.

Menurut Yason, pengembangan destinasi tersebut membutuhkan dukungan aksesibilitas, tempat menginap, sanitasi serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Jika kebutuhan tersebut terpenuhi, ia optimistis wisata memancing dapat berkembang menjadi salah satu daya tarik wisata unggulan Mahulu.

“Kami ingin menyampaikan terima kasih kepada para donatur dan sponsor, juga kepada Bapak Wakil Bupati atas partisipasinya sebagai donatur, berkenan membuka acara, melakukan seremoni pelepasan bibit ikan jelawat, dan meninjau langsung kegiatan lomba di sungai,” pungkas Yason. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
lomba memancing mahakam ulu wisata memancing destinasi wisata mahakam ulu Mahakam Ulu