Atasi Krisis Perbatasan, Pemprov Kaltim Kirim Alat Berat Buka Jalan Darat Long Pahangai-Long Apari

Jody Kristianto • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 15:43 WIB
SEGERA BUKA AKSES DARAT: Ketua DPRD Mahakam Ulu Devung Paran. Menindaklanjuti krisis logistik, kelangkaan BBM, dan lonjakan harga kebutuhan pokok akibat kemarau panjang di wilayah hulu Mahakam, DPRD Mahulu telah menyampaikan aspirasi langsung kepada Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji. (Ist)
SEGERA BUKA AKSES DARAT: Ketua DPRD Mahakam Ulu Devung Paran. Menindaklanjuti krisis logistik, kelangkaan BBM, dan lonjakan harga kebutuhan pokok akibat kemarau panjang di wilayah hulu Mahakam, DPRD Mahulu telah menyampaikan aspirasi langsung kepada Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji. (Ist)

UJOH BILANG – Krisis logistik yang melanda wilayah perbatasan Mahakam Ulu (Mahulu) akibat kemarau mendapat perhatian serius. Kondisi surutnya sungai membuat distribusi BBM dan kebutuhan pokok tersendat, sehingga harga barang di tengah masyarakat ikut melonjak.

Ketua DPRD Mahulu Devung Paran mengatakan, kondisi tersebut telah disampaikan perwakilan anggota DPRD dari Daerah Pemilihan (Dapil) III kepada Wakil Gubernur Kalimantan Timur. Penyampaian aspirasi itu dilakukan untuk menyuarakan langsung kondisi masyarakat di wilayah hulu Mahakam.

“Perwakilan Dapil III, anggota DPRD, menyampaikan situasi dan kondisi saat ini di Mahakam Ulu, di mana terjadi kemarau yang mengakibatkan kelangkaan BBM dan mahalnya harga kebutuhan masyarakat,” kata Devung saat diwawancarai melalui WhatsApp, Senin (10/8).

Baca Juga: Kemarau Bikin Transportasi Sungai Lumpuh, BBM Warga Long Pahangai Mulai Dibatasi

Menurutnya, Pemprov Kaltim merespons kondisi tersebut dengan menyiapkan bantuan melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) Provinsi Kaltim. Selain bantuan untuk kebutuhan masyarakat, pemerintah provinsi juga menyiapkan dukungan alat berat untuk membuka akses jalan menuju wilayah hulu Mahulu.

Devung menyebut, alat berat milik provinsi yang saat ini berada di Ujoh Bilang rencananya akan segera dikirim ke Kampung Long Pakaq, Kecamatan Long Pahangai. “Dalam waktu satu minggu atau dua minggu ke depan, alat-alat provinsi yang berada di Ujoh Bilang saat ini akan dikirimkan ke Kampung Long Paka, Kecamatan Long Pahangai, untuk melanjutkan pembukaan akses jalan ke Long Apari, tepatnya di Tiong Ohang,” jelasnya.

Menurut Devung, langkah tersebut menjadi salah satu solusi strategis untuk mengatasi persoalan distribusi logistik yang selama ini menjadi tantangan masyarakat di dua kecamatan ulu, yakni Long Pahangai dan Long Apari.

Baca Juga: Borneo Culture Week Masuk Website Resmi Kemenpar, Plaza Balikpapan Siap Tingkatkan Kualitas Event

Sebab, bantuan sembako murah maupun BBM murah hanya mampu meringankan beban masyarakat dalam jangka pendek. Sementara persoalan utama yang harus diselesaikan adalah keterbukaan akses transportasi yang memungkinkan distribusi barang berlangsung lebih lancar.

“Memang untuk solusi jangka pendek masyarakat membutuhkan sembako murah dan BBM murah. Tetapi itu hanya solusi untuk jangka pendek. Sebenarnya masyarakat di dua kecamatan ini sangat membutuhkan akses jalan untuk mendistribusikan apa pun yang menjadi kebutuhan pokok mereka,” tegasnya.

Ia menilai, terbukanya akses darat akan memberikan dampak besar terhadap kehidupan masyarakat. Distribusi BBM, sembako, material pembangunan dan berbagai kebutuhan lainnya dapat dilakukan dengan biaya yang lebih efisien.

Dengan demikian, ketergantungan terhadap transportasi sungai yang sangat dipengaruhi kondisi debit air dapat dikurangi, terutama ketika musim kemarau menyebabkan sungai tidak lagi dapat dilalui secara optimal.

Devung menegaskan, DPRD Mahulu akan terus mengawal aspirasi masyarakat agar dukungan pemerintah provinsi terhadap pembangunan akses menuju wilayah perbatasan dapat direalisasikan.

Dalam pertemuan tersebut turut hadir Ketua DPC Gerindra Mahulu Novita Bulan. Kehadiran tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menyuarakan keluh-kesah masyarakat di wilayah perbatasan yang kini menghadapi persoalan kelangkaan BBM, mahalnya kebutuhan pokok dan terbatasnya akses transportasi.

Bagi masyarakat Long Pahangai dan Long Apari, pembukaan akses jalan bukan sekadar pembangunan infrastruktur. Jalan menjadi urat nadi yang menentukan kelancaran distribusi kebutuhan dasar sekaligus membuka peluang ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
Krisis Logistik Mahulu Mahakam Ulu Devung Paran