KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Kesuksesan anak di masa depan tidak selalu ditentukan oleh sekolah mahal atau pendidikan bergengsi. Ada sejumlah karakter yang justru dinilai penting untuk membentuk keberanian, kemandirian, dan kemampuan anak menghadapi tantangan.
Hal itu disampaikan penulis Margot Machol Bisnow dalam bukunya Raising an Entrepreneur. Temuan tersebut berasal dari wawancara dengan sekitar 70 orang tua yang memiliki anak dengan perjalanan sukses.
Menurut Bisnow, karakter yang dibangun sejak kecil dapat menjadi modal penting ketika anak menghadapi berbagai pilihan dan persoalan saat dewasa.
Baca Juga: 2 Tahun Hilang, Mita Asal Wajo Ternyata Dibunuh Sopir Travel dan Dibuang ke Jurang Morowali
Berikut lima karakter yang patut diperhatikan orang tua:
1. Gigih dan Tidak Mudah Menyerah
Anak yang terus mencoba ketika mengalami kegagalan memiliki kesempatan untuk belajar dari kesalahan dan mencari cara baru.
Sikap gigih membuat anak tidak langsung berhenti ketika menghadapi kesulitan. Mereka terbiasa mengevaluasi kegagalan, kemudian mencoba kembali sampai menemukan solusi.
2. Rasa Ingin Tahu Tinggi
Anak yang gemar bertanya, mengeksplorasi sesuatu, dan mencoba pengalaman baru juga memiliki karakter yang menarik untuk dikembangkan.
Rasa penasaran membuat anak terdorong memahami sesuatu secara lebih mendalam. Orang tua dapat memberikan ruang bagi anak untuk mengeksplorasi, selama tetap berada dalam batas yang aman.
3. Punya Minat dan Ketertarikan Kuat
Ketika anak menunjukkan ketertarikan terhadap suatu bidang, orang tua sebaiknya tidak buru-buru mengarahkannya ke pilihan lain.
Memberikan kesempatan untuk mengembangkan minat dapat membantu anak mengenali kemampuan sekaligus membangun kepercayaan diri.
Dukungan orang tua juga penting agar anak terbiasa mengambil keputusan berdasarkan ketertarikan dan kemampuannya sendiri.
4. Berani Mengambil Langkah Pertama
Ide tidak akan berkembang jika hanya disimpan. Karena itu, keberanian untuk memulai menjadi karakter penting lainnya.
Anak perlu belajar bahwa memulai sesuatu tidak harus selalu menunggu semuanya sempurna. Dari proses tersebut, mereka bisa memperoleh pengalaman, termasuk ketika keputusan yang diambil ternyata tidak sesuai harapan.
5. Tidak Takut Menghadapi Kegagalan
Kegagalan bukan selalu akhir dari sebuah perjalanan. Anak yang memiliki kepercayaan diri cenderung lebih berani mengambil risiko dan mencoba kesempatan baru.
Peran orang tua dalam membangun keyakinan tersebut sangat besar. Anak perlu memahami bahwa gagal merupakan bagian dari proses belajar, bukan alasan untuk berhenti.
Kesuksesan Tidak Hanya Soal Nilai
Lima karakter tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan anak tidak semata-mata berkaitan dengan nilai akademik atau tempat mereka bersekolah.
Baca Juga: Kematian Sutrimo Naik Penyidikan, Polda Metro Jaya Dalami Dugaan Pembunuhan Berencana
Kegigihan, rasa ingin tahu, minat, keberanian memulai, serta kemampuan menghadapi kegagalan merupakan keterampilan yang dapat dibentuk sejak anak tumbuh.
Karena itu, orang tua tidak hanya perlu mengejar prestasi akademik. Memberikan ruang kepada anak untuk mencoba, memilih, bertanya, gagal, lalu bangkit kembali juga dapat menjadi bagian penting dari proses menuju masa depan.
Editor : Uways Alqadrie