UJOH BILANG – Debit Sungai Mahakam yang terus menyusut akibat kemarau membuat jalur darat menjadi tumpuan penting untuk menjaga distribusi sembako dan kebutuhan masyarakat menuju wilayah ulu riam Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).
Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten Mahulu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menyiapkan penanganan sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah jalur Long Pakaq–Tiong Ohang sepanjang sekitar 25 kilometer.
Kepala Dinas PUPR Mahulu Didik Subagya mengatakan, penanganan jalur tersebut merupakan hasil rapat pada 10 Agustus. PUPR Kaltim disepakati mengirim alat berat untuk mendukung pekerjaan bersama UPTD PUPR Mahulu.
“Ya, hasil rapat tanggal 10 kemarin, ada kesepakatan untuk PUPR Kaltim kirim alat berat dan kolaborasi dengan UPTD PUPR Mahulu,” kata Didik saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Rabu (12/8).
Penanganan tidak sekadar berupa perataan maupun pengerasan badan jalan. Berdasarkan pemantauan awal, terdapat sejumlah persoalan teknis, mulai dari longsor, badan jalan yang mengalami penurunan hingga kerusakan jembatan yang membutuhkan penanganan sementara.
Baca Juga: Sungai Mahakam Surut Buat Sembako Langka, Gubernur Rudy Mas’ud Minta Buka Jalur Darat Mahulu
“Penanganan longsor, penurunan badan jalan dan jembatan sementara,” ujarnya.
Meski demikian, jumlah titik kerusakan belum dapat dipastikan. PUPR masih menunggu tim turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan sekaligus pendataan lebih rinci.
“Berapa titik masing-masing penanganan, tunggu tim ke lapangan,” jelasnya.
PUPR Kaltim Turun 19 Agustus
Penanganan jalur tersebut juga melibatkan PUPR Provinsi Kalimantan Timur. Didik menyebut tim PUPR Kaltim dijadwalkan bergerak pada 19 Agustus.
Sebelum pelaksanaan di lapangan, PUPR Mahulu dan PUPR Provinsi akan melakukan rapat koordinasi melalui konferensi video untuk membahas kebutuhan penanganan.
“Besok kami masih ada rapat (Zoom meeting) dengan PUPR provinsi,” katanya.
Sementara itu, kondisi ruas Long Bagun–Long Pahangai disebut masih relatif aman. Persoalan yang belum tersentuh secara optimal berada di jalur setelah Long Pahangai menuju Long Lunuk hingga Long Pakaq.
Menurut Didik, sejumlah bagian jalan kembali rusak setelah pada awal Agustus terdapat aktivitas alat berat perusahaan kayu yang melintas menuju Long Pakaq.
“Yang belum tersentuh lagi Long Pahangai ke Long Lunuk dan Long Pakaq. Karena awal bulan kemarin ada alat berat perusahaan kayu yang ke Long Pakaq, termasuk self loader mereka, sehingga hancur lagi jalannya,” ungkapnya.
Kerusakan juga ditemukan pada sejumlah jembatan. Beberapa bagian kayu jembatan dilaporkan patah dan membutuhkan perbaikan.
“Nah, itu yang PUPR Mahulu kerjakan, termasuk jembatan. Ada sebagian kayunya yang patah,” tambah Didik.
Tunggu Respons Perusahaan Kayu
Terkait kerusakan yang disebut berkaitan dengan aktivitas alat berat perusahaan kayu tersebut, PUPR Mahulu masih menunggu respons dari pihak perusahaan.
Didik mengatakan, perusahaan kayu yang beroperasi di seberang Long Pakaq belum memberikan jawaban terkait persoalan tersebut.
“Belum ada jawaban dari perusahaan kayu, yang beroperasional di seberang Long Pakaq,” ujarnya.
Karena itu, PUPR Mahulu untuk sementara masih menunggu konfirmasi dan itikad baik perusahaan sebelum menentukan langkah berikutnya.
“Untuk sementara PUPR Mahulu tunggu konfirmasi/itikad baik perusahaan dulu,” katanya.
Di tengah persiapan penanganan jalur menuju Tiong Ohang, PUPR Mahulu tetap menjalankan pemeliharaan sejumlah infrastruktur di wilayah Long Pahangai. Pekerjaan tersebut antara lain perawatan Jembatan Sangai dan jalan di kawasan Gunung Sinyal.
Jalur Darat Jadi Tumpuan Saat Sungai Surut
Pemeliharaan jalan dan jembatan menjadi semakin penting ketika kondisi Sungai Mahakam menyusut akibat kemarau. Jalur sungai yang selama ini menjadi salah satu akses utama menuju wilayah ulu riam menghadapi keterbatasan akibat penurunan debit air.
Dalam kondisi tersebut, jalur darat menjadi alternatif penting untuk menjaga konektivitas masyarakat dan distribusi kebutuhan pokok.
Didik belum memastikan kapan ruas Long Pakaq–Tiong Ohang dapat kembali dilalui dengan aman. Pemerintah masih menunggu hasil pemeriksaan tim di lapangan serta koordinasi dengan PUPR Provinsi.
Namun, PUPR memastikan penanganan dilakukan sesegera mungkin.
“Secepatnya,” tegasnya.
Perbaikan jalan dan jembatan di jalur tersebut bukan sekadar persoalan infrastruktur. Ketika transportasi sungai tidak optimal dan akses darat mengalami kerusakan, distribusi sembako ke wilayah pedalaman berpotensi menghadapi hambatan dari sisi waktu maupun biaya.
Karena itu, pengerahan alat berat, koordinasi bersama PUPR Kaltim serta pemeliharaan sejumlah titik jalan dan jembatan menjadi langkah pemerintah untuk menjaga jalur distribusi tetap terbuka selama kemarau.
Editor : Muhammad Ridhuan