KALTIMPOST.ID-Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Mahakam Ulu (Mahulu) mendorong percepatan pembangunan sarana olahraga, terutama gedung olahraga (GOR) mini.
Fasilitas tersebut dinilai mendesak untuk menunjang pembinaan atlet dan penyelenggaraan pertandingan di daerah.
Ketua KONI Mahulu Yessie Christianto mengatakan kebutuhan fasilitas semakin terlihat dari tingginya antusiasme masyarakat mengikuti berbagai cabang olahraga. Salah satunya turnamen futsal dalam rangkaian Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
“Untuk futsal, KONI sebagai induk olahraga di Kabupaten Mahakam Ulu sangat mendukung kegiatan ini. Ini merupakan langkah awal dari kepengurusan futsal yang baru dan kita lihat semangatnya luar biasa,” kata Yessie setelah pembukaan Semarak HUT ke-81 RI di Lapangan Cor Ujoh Bilang, Rabu (12/8).
Baca Juga: Belanja Pegawai Mahulu Aman, tapi Pemkab Kejar Dana Transfer Rp 300 Miliar yang Tertahan di Pusat
Turnamen tersebut diikuti 17 tim putra dan empat tim putri. Tingginya partisipasi menunjukkan potensi pengembangan futsal di Mahulu. Namun, kondisi itu belum diimbangi fasilitas memadai.
Pertandingan sementara digelar di lapangan semen. KONI menilai permukaan tersebut memiliki risiko cedera lebih tinggi sehingga membuka kemungkinan pertandingan berikutnya dipindahkan ke lapangan futsal.
“Disampaikan juga oleh Pak Asisten dan Pak Wakil, sekiranya ini tidak memungkinkan, mungkin akan dievaluasi supaya nanti dipindahkan ke lapangan futsal karena kekhawatiran kita pemain bisa cedera karena bermain di atas semen,” ujarnya.
Menurut Yessie, keterbatasan fasilitas tidak hanya terjadi pada futsal. Secara umum, sarana dan prasarana olahraga di Mahulu masih minim sehingga memerlukan dukungan pemerintah untuk memperkuat pembinaan berbagai cabang olahraga.
“Kalau infrastruktur khusus untuk olahraga, prasarana olahraga itu sangat kurang sekali. Memang ke depan kita berharap dukungan pemerintah untuk memajukan dunia olahraga di Mahulu,” katanya.
Salah satu fasilitas yang didorong adalah sarana untuk penyelenggaraan mini game. Lahan di Blang Lengkering disebut telah tersedia dan tinggal memasuki tahapan pembangunan.
Baca Juga: WNA Asal Malaysia Diadili di PN Balikpapan setelah Kedapatan Bawa Sabu-Sabu Seberat 1 Kilogram
KONI juga menempatkan GOR mini sebagai salah satu kebutuhan prioritas. Keberadaannya diharapkan menyediakan ruang yang lebih layak bagi pembinaan atlet maupun pertandingan cabang olahraga dalam ruangan.
“Kalau saya rasa, salah satu yang paling penting adalah GOR. Walaupun GOR mini, tetapi kita membutuhkan itu,” tegasnya.
Namun, progres pembangunan fasilitas tersebut belum signifikan. Tahapan sejauh ini masih berkaitan dengan penyiapan lahan, termasuk pematangan dan pemadatan tanah sebelum konstruksi dapat dilakukan.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Yessie mengakui pembiayaan sektor olahraga ikut terdampak.
Karena itu, pengembangan fasilitas dinilai tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah.
KONI mendorong keterlibatan sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) maupun bentuk dukungan lainnya.
Kolaborasi pemerintah dan dunia usaha diharapkan dapat menjaga pembinaan atlet tetap berjalan meski ruang anggaran daerah terbatas.
“Memang ada pengaruh besar terhadap anggaran kita. Tetapi harapan kami, tanggung jawab di dunia olahraga ini tidak hanya dibebankan kepada pihak pemerintah, tetapi tentu juga pihak swasta,” pungkas Yessie. (rd)
Editor : Romdani.