KALTIMPOST.ID, UJOH BILANG – Menyusutnya debit Sungai Mahakam mulai mengganggu kelancaran distribusi logistik menuju Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu). Kapal angkutan barang disebut hanya mampu melayani perjalanan hingga Melak, Kutai Barat. Selanjutnya, pengiriman menuju wilayah hulu harus mengandalkan moda transportasi berukuran lebih kecil.
Kondisi serupa turut memengaruhi distribusi bahan bakar minyak (BBM). Pertamina Patra Niaga memastikan pengiriman BBM ke Mahulu tetap diupayakan, meski kondisi sungai membuat proses distribusi tidak dapat berjalan seperti biasanya.
Baca Juga: Pemkot dan DPRD Balikpapan Sepakati KUA-PPAS 2027, Pembangunan Dua Rumah Sakit Tembus Rp491 Miliar
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga Edi Mangun mengatakan, Sungai Mahakam masih menjadi jalur utama pengiriman BBM ke Mahulu. Keterbatasan infrastruktur jalan darat membuat distribusi melalui sungai menjadi pilihan utama.
“Untuk Kalimantan Timur, terutama Mahulu, satu-satunya infrastruktur yang kita pakai untuk mengantar BBM adalah sungai. Kita tidak punya jalan darat yang cukup untuk mengantar BBM secara reguler dan tepat waktu sampai di Mahulu,” ujar Edi saat diwawancarai melalui WhatsApp, Rabu (12/8).
Menurut Edi, kondisi Sungai Mahakam yang dangkal membuat pola pengangkutan harus disesuaikan dengan kedalaman sungai serta kemampuan kapal dan perahu untuk melintasi titik-titik yang kritis.
Baca Juga: Pemkot dan DPRD Balikpapan Sepakati KUA-PPAS 2027, Pembangunan Dua Rumah Sakit Tembus Rp491 Miliar
Pengiriman dari Samarinda dilakukan menggunakan kapal hingga mencapai lokasi yang masih dapat dilalui. Setelah kapal tidak lagi memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan, BBM dipindahkan ke perahu berkapasitas lebih kecil untuk diteruskan ke wilayah hulu.
“Bawa pakai kapal sampai di tempat yang sudah tidak bisa kapal lagi, pindahkan ke perahu. Itu semua kami lakukan agar BBM tiba,” katanya. (*)
Editor : Dwi Restu A