UJOH BILANG — Rumah Sakit Nawacita Datah Dave (RS NDD), rumah sakit pratama tipe D milik Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu yang berada di Long Lunuk, Kecamatan Long Pahangai, memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan meski sempat menghadapi kendala pasokan bahan bakar minyak (BBM) selama periode kemarau.
Direktur RS NDD, dr. Josimar Hagusvaro Sinaga, mengatakan kondisi kemarau berdampak terhadap distribusi BBM yang selama ini mengandalkan jalur sungai. Surutnya debit sungai membuat pengiriman BBM menjadi kurang lancar dan sempat memengaruhi operasional pembangkit listrik rumah sakit.
“Tidak dapat kami pungkiri selama periode kemarau ini kami melakukan pemadaman listrik beberapa jam. Salah satu faktornya karena pasokan BBM yang terhambat akibat akses sungai yang selama ini digunakan untuk pendistribusian BBM mengalami surut,” kata Josimar dalam wawancara melalui WhatsApp, Minggu (16/8).
Baca Juga: Pertamina Salurkan 150 Tabung LPG 3 Kg ke Long Pahangai, Pemkab Mahulu Pastikan Harga Normal
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, rumah sakit bersama pihak penyedia BBM mengambil langkah dengan mengalihkan distribusi melalui jalur darat.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan BBM rumah sakit tetap terpenuhi.
Namun, kondisi akses darat yang masih memiliki sejumlah titik sulit dilalui membuat pihak rumah sakit tetap harus melakukan langkah antisipasi. “Yang menjadi perhatian kami di rumah sakit adalah bagaimana memastikan pelayanan kepada pasien tetap berjalan ketika proses pengiriman pasokan BBM melalui jalur darat,” ujarnya.
Josimar memastikan persoalan pasokan BBM tersebut saat ini sudah dapat diatasi. Kebutuhan bahan bakar untuk mendukung pasokan listrik rumah sakit kembali terpenuhi. Ia menjelaskan, pemadaman listrik yang dilakukan sebelumnya merupakan langkah antisipasi apabila distribusi BBM melalui jalur darat kembali mengalami hambatan.
Jika saat pemadaman terdapat pasien yang sedang menjalani pelayanan dan membutuhkan peralatan medis yang bergantung pada listrik, petugas rumah sakit diwajibkan segera menghidupkan kembali mesin generator.
Baca Juga: Pemkab Mahulu Gelar Gerakan Pangan Murah, Sembako Ludes Terjual dalam Satu Jam
“Jika pelayanan pasien masih berjalan dan memerlukan pemeriksaan medis yang bergantung pada listrik, secara prosedur petugas kami wajib menyalakan kembali mesin agar alat dan pelayanan dapat berjalan lancar,” jelasnya.
Terlebih, sebagian besar proses pelayanan di RS NDD telah terintegrasi dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), mulai dari pendaftaran hingga pengambilan obat. Di tengah persoalan tersebut, Josimar mengatakan kebutuhan paling penting bagi rumah sakit saat ini adalah tersedianya sumber listrik permanen melalui jaringan PLN.
Selama ini, RS NDD masih mengandalkan genset sebagai sumber listrik. Dengan masuknya jaringan PLN, genset nantinya dapat difungsikan sebagai sumber listrik cadangan ketika terjadi gangguan pada jaringan utama.
“Kebutuhan kami pada saat seperti ini sudah pasti memenuhi kebutuhan listrik secara permanen. Dalam hal ini pemasangan instalasi listrik PLN di rumah sakit, sehingga genset yang kami gunakan saat ini menjadi pilihan kedua atau cadangan,” katanya.
Pihak rumah sakit, lanjutnya, telah mengusulkan pemasangan jaringan listrik PLN. Berdasarkan informasi yang diterima, pekerjaan pemasangan jaringan instalasi listrik tersebut dalam waktu dekat akan dilaksanakan melalui paket kegiatan Dinas PUPR Kabupaten Mahakam Ulu.
Rumah sakit juga telah berkomunikasi dengan Kepala ULP PLN Kutai Barat terkait permohonan penambahan daya trafo untuk memenuhi kebutuhan listrik rumah sakit. Permohonan tersebut telah mendapat respons dan ditindaklanjuti.
RS NDD memiliki kapasitas daya sekitar 66 KVA. Untuk operasional genset, kebutuhan BBM mencapai kurang lebih 200 liter atau sekitar satu drum untuk penggunaan selama 24 jam. Selain persoalan listrik, Josimar menjelaskan sistem pelayanan rujukan pasien di RS NDD. Setiap pasien yang datang terlebih dahulu menjalani pemeriksaan oleh dokter dan tim medis.
Baca Juga: Dua Hari Nihil Titik Api, Polres Mahulu Perkuat Antisipasi Karhutla di Musim Kemarau
Apabila berdasarkan hasil pemeriksaan pasien membutuhkan penanganan yang lebih lengkap, pasien akan dipersiapkan untuk dirujuk ke rumah sakit dengan fasilitas pemeriksaan dan penatalaksanaan yang lebih lengkap.
“Pelayanan rujukan selama ini sudah dilakukan sesuai dengan prosedur rumah sakit. Pasien yang masuk dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Jika hasil pemeriksaan oleh dokter dan tim medis menyatakan pasien harus dirujuk, maka pasien akan dipersiapkan untuk dirujuk,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, terdapat tiga jalur yang dapat digunakan untuk proses rujukan, yakni jalur udara menggunakan pesawat dengan jadwal empat kali dalam sepekan, jalur darat menggunakan ambulans rumah sakit, serta jalur sungai. Untuk mendukung proses tersebut, rumah sakit dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu telah mengalokasikan anggaran kebutuhan rujukan setiap tahun.
Namun, Josimar menilai solusi jangka panjang bukan hanya memastikan anggaran rujukan tersedia, melainkan memperkuat kemampuan pelayanan rumah sakit.
“Upaya terbaik untuk mengatasi pelayanan rujukan adalah meningkatkan sarana dan prasarana pelayanan di rumah sakit, baik pemeriksaan penunjang maupun pemenuhan kebutuhan tenaga medis, terutama dokter umum dan dokter spesialis. Sehingga angka rujukan juga dapat ditekan,” ujarnya.
Baca Juga: Kapal Barang Hanya Mampu Capai Melak, Pertamina Sesuaikan Pengiriman hingga Wilayah Hulu
Saat ini RS NDD telah menyediakan sejumlah layanan bagi masyarakat, meliputi pelayanan rawat jalan, unit gawat darurat (UGD), rawat inap, pelayanan kebidanan melalui poli KIA dan VK, poli gigi, instalasi farmasi, laboratorium, fisioterapi, instalasi gizi, instalasi kesehatan lingkungan serta fasilitas penunjang nonmedis.
Untuk kebutuhan obat-obatan dan bahan medis habis pakai (BMHP), rumah sakit melakukan perencanaan dan pemantauan secara berkala berdasarkan jumlah kunjungan pasien dan kebutuhan pelayanan. Ketersediaan obat esensial serta kebutuhan pelayanan kegawatdaruratan menjadi salah satu prioritas.
“Kami juga terbiasa berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan pihak terkait agar kebutuhan obat dapat terpenuhi dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” katanya. Hal tersebut menjadi perhatian penting mengingat posisi RS NDD berada di wilayah dengan tantangan geografis dan distribusi yang cukup kompleks.
Rumah Sakit Nawacita Datah Dave di Long Lunuk merupakan rumah sakit milik pemerintah yang hadir untuk memperkuat akses pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah hulu Mahakam Ulu. RS NDD diresmikan pada 5 Mei 2018 dan mulai beroperasi pada 2 Juni 2018.
Saat rumah sakit tersebut mulai beroperasi, jaringan listrik PLN belum masuk ke wilayah ulu riam di Kabupaten Mahakam Ulu sehingga kebutuhan listrik sejak awal mengandalkan pembangkit sendiri. Dengan kapasitas genset sekitar 66 KVA, kebutuhan BBM untuk menjaga operasional listrik rumah sakit mencapai kurang lebih 200 liter atau satu drum dalam 24 jam.
Josimar menegaskan, RS NDD tidak memiliki batasan cakupan wilayah pelayanan sebagaimana puskesmas. “Untuk rumah sakit sendiri tidak ada cakupan wilayah, tidak seperti puskesmas. Jadi mau dari mana saja, akan tetap kami berikan pelayanan,” tegasnya.
Bagi rumah sakit yang berada di kawasan dengan tantangan geografis seperti Long Pahangai, kesinambungan listrik, ketersediaan obat, tenaga medis dan sistem rujukan menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pelayanan. Karena itu, masuknya jaringan listrik PLN diharapkan menjadi salah satu solusi penting untuk memperkuat operasional RS NDD, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap genset dan BBM yang distribusinya sangat dipengaruhi kondisi akses sungai dan darat. (riz)
Editor : Muhammad Rizki