KALTIMPOST.ID, UJOH BILANG – Ketua DPRD Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) Devung Paran mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang menyalurkan cadangan pangan dan bantuan kebutuhan pokok bagi masyarakat Mahulu yang terdampak kemarau panjang serta surutnya Sungai Mahakam.
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud melepas langsung penyaluran cadangan pangan dan operasi pasar untuk masyarakat Mahulu di halaman Kantor Gubernur Kaltim, Senin (17/8). Bantuan tersebut meliputi beras, minyak goreng, gula, serta LPG 3 kilogram dan 5,5 kilogram, dengan sasaran terutama masyarakat di wilayah Long Pahangai dan Long Apari.
Menanggapi bantuan tersebut, Devung Paran menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Kaltim, khususnya Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim serta DPRD Provinsi Kaltim yang telah memberikan perhatian terhadap kondisi masyarakat Mahulu.
Baca Juga: Gudang di Pasar Pandan Sari Balikpapan Terbakar, Pikap Ikut Hangus
“Tentunya kita bersyukur dan berterima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh Pemprov Kaltim, oleh Pak Gubernur, Wakil Gubernur dan DPRD Provinsi Kaltim,” kata Devung saat diwawancarai melalui WhatsApp, Senin (17/8) malam.
Namun, Devung menekankan agar bantuan yang telah diterima Pemkab Mahulu segera didistribusikan secara adil dan merata. Menurutnya, kemarau dan surutnya Sungai Mahakam berdampak terhadap masyarakat di sejumlah wilayah. Karena itu, distribusi bantuan harus memperhatikan tingkat kebutuhan masing-masing kampung.
“Harapannya Pemkab Mahulu sebagai penerima dapat mendistribusikan bantuan ini secara adil dan merata agar tidak terjadi ketimpangan di desa-desa maupun masyarakat yang terdampak bencana kemarau ini,” ujarnya.
Devung menilai bantuan logistik tersebut penting sebagai respons cepat terhadap kondisi masyarakat. Namun, persoalan kemarau dan terganggunya distribusi logistik bukan hal yang sepenuhnya baru bagi Mahulu.
Ia menyebut kemarau merupakan bencana rutin yang terjadi setiap tahun. Karena itu, penyaluran bantuan pangan dinilai hanya menjadi solusi jangka pendek dan perlu diikuti kebijakan pembangunan yang lebih strategis.
“Mengingat ini adalah bencana rutin yang terjadi setiap tahun, tentunya penyaluran logistik ini merupakan solusi jangka pendek yang sangat perlu segera diiringi dengan strategi pembangunan infrastruktur jalan dan ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Pernyataan tersebut sejalan dengan perhatian Pemprov Kaltim terhadap persoalan akses Mahulu. Dalam sambutannya, Rudy Mas’ud menyebut surutnya Sungai Mahakam telah mengganggu distribusi barang, jasa, dan mobilitas masyarakat.
Baca Juga: 54 Tim Adu Skill, Fun Match MTC Lahirkan Para Juara
Pemprov Kaltim pun berkomitmen mendorong terbukanya akses darat agar distribusi logistik menuju wilayah pelosok Mahulu dapat berjalan lebih baik.
Bagi Devung, pembangunan infrastruktur jalan perlu ditempatkan sebagai bagian dari perencanaan jangka panjang. Akses transportasi yang lebih baik tidak hanya penting saat terjadi bencana atau kemarau, tetapi juga menentukan kelancaran distribusi kebutuhan pokok dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Karena itu, ia berharap penanganan kondisi Mahulu tidak berhenti pada bantuan ketika bencana terjadi. Pembangunan infrastruktur dan penguatan ekonomi masyarakat perlu menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan agar ketergantungan terhadap distribusi bantuan dapat dikurangi.
Dengan kondisi geografis Mahulu yang berada di wilayah pedalaman dan akses transportasi yang masih terbatas, pembangunan jalan dinilai menjadi salah satu kunci untuk memperkuat ketahanan masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan dasar dapat dijangkau secara lebih cepat dan efisien. (*)
Editor : Ery Supriyadi