KALTIMPOST.ID, UJOH BILANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Mahakam Ulu (Mahulu) mendorong program pelajar pelopor keselamatan lalu lintas sebagai sarana menanamkan budaya tertib dan keselamatan berlalu lintas sejak usia sekolah.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Mahulu Fransiskus Xaverius Lawing mengatakan, program dilaksanakan setiap tahun. Prosesnya dimulai dari seleksi tingkat kabupaten, kemudian peserta terpilih mengikuti seleksi tingkat provinsi hingga tingkat nasional.
“Pelajar pelopor adalah program yang dibuat pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perhubungan, sebagai salah satu edukasi bagi pelajar supaya mereka memahami pentingnya keselamatan dalam berlalu lintas,” ujar FX Lawing.
Baca Juga: Aplikasi e-Presensi Mahulu Targetkan Seluruh ASN Terintegrasi dalam Sebulan
Menurutnya, edukasi yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan berlalu lintas, tetapi juga bagaimana membangun kesadaran dan jiwa keselamatan pada pelajar.
Ia mengakui tingkat kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar di Mahulu belum tergolong tinggi. Namun, kondisi tersebut bukan berarti edukasi keselamatan dapat diabaikan.
“Yang terpenting adalah bagaimana kita menanamkan jiwa keselamatan bagi pelajar untuk mereka taat dalam berlalu lintas,” katanya.
Ia menilai kedisiplinan pelajar dalam berlalu lintas masih perlu ditingkatkan. Karena itu, pelajar yang terpilih sebagai pelajar pelopor nantinya diharapkan tidak hanya menjadi peserta kegiatan, tetapi juga menjadi duta keselamatan yang dapat memberikan pemahaman kepada teman-temannya.
Baca Juga: Bantuan Tak Cukup, DPRD Mahulu Soroti Infrastruktur Jalan
“Pelajar yang dikirim itu akan dijadikan duta pelopor bagi teman-temannya di sekolah, di kabupaten, dan lainnya,” jelasnya.
Edukasi keselamatan, lanjut Lawing, tidak hanya menyasar pengguna kendaraan bermotor dengan mesin pembakaran. Penggunaan sepeda listrik oleh pelajar juga menjadi perhatian.
Menurutnya, pelajar perlu memahami kawasan yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan untuk menggunakan sepeda listrik, terutama terkait penggunaan di jalan raya.
“Bagaimana mereka menggunakan sepeda listrik itu, daerah-daerah atau kawasan mana saja yang mereka tidak boleh untuk jalan raya yang untuk kendaraan yang laju. Itu salah satu pemberian pemahaman yang diberikan kepada mereka,” ujarnya.
Dishub Mahulu juga menyiapkan edukasi keselamatan lalu lintas sejak usia dini. Sosialisasi nantinya tidak hanya menyasar pelajar sekolah, tetapi juga anak-anak usia PAUD hingga TK.
“Sejak dini, dari mereka TK, kita ada sosialisasinya. Tidak lama lagi kami akan melakukan program sosialisasi untuk PAUD,” katanya.
Program Pelajar Pelopor tahun ini menjadi momen khusus bagi Mahulu karena merupakan keikutsertaan pertama daerah tersebut dalam kegiatan tersebut.
Lawing mengaku bangga melihat pelajar Mahulu mampu bersaing meski berasal dari daerah perbatasan dan wilayah yang masih menghadapi keterbatasan.
“Saya selalu mengatakan kepada para pelajar, jangan pernah berkecil hati kita dari daerah, dari perbatasan atau daerah yang belum maju. Saya sangat salut dengan mereka, karena mereka sanggup bersaing dan melakukan inovasi,” katanya.
Kebanggaan tersebut bertambah setelah salah satu pelajar Mahulu berhasil terpilih dalam kategori inspirasi pada ajang tersebut.
Tak hanya pelajar, Dishub Mahulu juga mencatat prestasi dalam pembinaan. Untuk pertama kalinya mengikuti kegiatan tersebut, Dishub Mahulu berhasil masuk sebagai tiga terbaik tingkat provinsi dalam kategori dinas pembinaan.
Menurut Lawing, capaian tersebut menjadi motivasi agar program keselamatan lalu lintas tidak berhenti pada keikutsertaan dalam sebuah kegiatan.
“Intinya adalah bagaimana menyuarakan tentang keselamatan berlalu lintas, baik dari sisi anak usia dini, sekolah, bahkan masyarakat,” pungkasnya. (*)
Editor : Duito Susanto