Sembako 9,7 Ton Mulai Dijual Besok, Jangkau 4 Lokasi di Mahakam Ulu

Jody Kristianto • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 20:26 WIB
Pengiriman sembako via darat hanya sampai Long Lunuk, kemudian dilanjut ke Tiong Ohang dengan angkutan perahu ces. (Foto: Istimewa)
Pengiriman sembako via darat hanya sampai Long Lunuk, kemudian dilanjut ke Tiong Ohang dengan angkutan perahu ces. (Foto: Istimewa)

 

UJOH BILANG – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu memastikan bantuan sembako sebanyak sekitar 9,7 ton mulai diedarkan kepada masyarakat di wilayah hulu. Distribusi tersebut tidak hanya dipusatkan di Tiong Ohang, tetapi juga menyasar tiga wilayah lainnya hingga kampung paling ujung.

Analis Kebijakan Ahli Muda Bagian Ekonomi, Pembangunan dan Sumber Daya Alam (Ekobang SDA) Mahulu, Indira Anggun, mengatakan seluruh sembako saat ini sudah berada di Tiong Ohang dan akan mulai dijual kepada masyarakat pada Selasa (25/8).

“Posisi sembako sudah di Tiong Ohang, Pak. Besok rencana baru akan dijual,” kata Anggun saat dihubungi melalui WhatsApp, Senin (24/8) malam.

Baca Juga: Ternyata Hasil Penilaian KJPP! DPRD Kaltim Ungkap Alasan Tarif Sewa Mal Lembuswana Naik

Anggun menjelaskan, total sembako yang disiapkan mencapai sekitar 9,7 ton. Sembako tersebut akan didistribusikan ke empat lokasi, yakni Tiong Ohang, Noha Silat, Long Apari, dan Noha Tivab.

“9,7 ton itu untuk empat lokasi,” jelasnya.

Pelaksanaan penjualan dijadwalkan berlangsung selama dua hari. Pada 25 Agustus 2026, penjualan dilakukan di Tiong Ohang dan Noha Silat. Kemudian pada 26 Agustus 2026, distribusi dilanjutkan ke Long Apari dan Noha Tivab.

Menurut Anggun, langkah tersebut dilakukan agar masyarakat di wilayah paling ujung tetap mendapatkan akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang telah ditetapkan.

Baca Juga: Hujan Akhirnya Turun di IKN! BMKG Perluas Operasi Modifikasi Cuaca Hingga ke Berau

“Kami juga mengupayakan agar sembako bisa sampai ke kampung paling ujung, yaitu Noha Silat, Long Apari, dan Noha Tivab,” ujarnya.

Adapun sembako yang dijual dalam bentuk paket dibanderol Rp130 ribu per paket. Setiap paket terdiri atas beras premium 5 kilogram, minyak goreng 2 liter, dan gula pasir 1 kilogram.

Sementara itu, kebutuhan gas LPG 3 kilogram tidak termasuk dalam paket sembako dan dijual secara terpisah.

“Gas LPG 3 kilogram dijual terpisah, mengikuti harga normal di wilayah Long Apari, Rp100 ribu per tabung,” kata Anggun.

Distribusi sembako tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah untuk menjaga ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat di wilayah hulu, terutama di tengah tantangan distribusi akibat kondisi geografis dan akses transportasi yang terbatas.

Baca Juga: Pesawat Cessna Dikerahkan, Berau Pancing Hujan lewat OMC Selama Lima Hari Tekan Ancaman Karhutla

Meski pendistribusian harus menjangkau sejumlah wilayah yang cukup jauh, Anggun memastikan proses pengiriman sembako hingga tiba di Tiong Ohang berjalan dengan baik.

“Puji Tuhan aman, Pak,” ujarnya saat ditanya mengenai kendala dalam proses distribusi sebelumnya. (/sya)

Editor : Thomas Priyandoko
kemarau di mahulu mahulu sungai mahakam surut