Akses ke Hulu Mahulu Makin Terbuka, Distribusi Bantuan Pangan Tahap II Diupayakan Lewat Jalur Darat

Jody Kristianto • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 20:49 WIB
Wakil Bupati Mahulu Suhuk saat diwawancarai media usai rakor persiapan bantuan pangan tahap II di Kantor Bupati, Rabu (2/9). (JODY KRISTIANTO/KP)
Wakil Bupati Mahulu Suhuk saat diwawancarai media usai rakor persiapan bantuan pangan tahap II di Kantor Bupati, Rabu (2/9). (JODY KRISTIANTO/KP)

UJOH BILANG – Akses menuju wilayah hulu Mahakam Ulu (Mahulu) perlahan semakin terbuka. Sejumlah pekerjaan pembangunan dan pemeliharaan jalan yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum (PU) dinilai mulai mempermudah mobilitas masyarakat, termasuk untuk mendukung distribusi bantuan pangan.

Wakil Bupati Mahulu Suhuk mengapresiasi progres tersebut setelah meninjau langsung kondisi jalan dan mengikuti rapat koordinasi persiapan penyaluran bantuan pangan tahap II, Rabu (2/9).

Rapat digelar Pemkab Mahulu untuk mematangkan pengiriman bantuan pangan ke kecamatan perbatasan. Selain distribusi logistik, pertemuan juga membahas kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana fluvial, kekeringan, kabut asap, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Saya bersyukur dan berterima kasih kepada OPD, baik OPD provinsi maupun OPD kita di kabupaten. Setelah saya melihat langsung progres pembangunan ataupun pemeliharaan jalan, luar biasa. Sebenarnya sudah lumayan, akses sudah dipermudahkan,” ujar Suhuk.

Meski demikian, sejumlah titik masih membutuhkan penanganan. Salah satunya ruas dari Lunglunuk menuju Tiong Ohang.

Menurut Suhuk, berdasarkan laporan Dinas PU, pekerjaan di ruas tersebut terus berjalan. Bahkan, progresnya disebut telah mencapai hampir dua kilometer melewati Jembatan Sungai Ikan.

“Laporan dari Pak Sekretaris PUPR tadi sudah on progress juga, sudah hampir dua kilometer melewati Jembatan Sungai Ikan,” katanya.

Baca Juga: Pemkab Mahulu Siapkan Bantuan Pangan Tahap II, Target Jangkau Kampung Long Apari

Kondisi jalan tersebut menjadi penting karena Pemkab Mahulu menargetkan penyaluran bantuan pangan tahap II bisa dilakukan melalui jalur darat hingga Tiong Ohang. Dari Tiong Ohang, distribusi selanjutnya menuju tiga kampung di wilayah hulu, yakni Noha Silat, Noha Tivab, dan Long Apari, akan memanfaatkan jalur sungai.

“Harapan kita ke depan dengan waktu beberapa hari ke depan ini ataupun nanti pada saat penyaluran tahap II ini kita bisa maksimal menggunakan jalur darat sampai ke Tiong Ohang. Nanti dari Tiong Ohang baru kita pakai alternatif sungai untuk ketiga kampung,” jelasnya.

Untuk memastikan jalur tetap dapat dilalui, Suhuk meminta ruas yang masih berlubang tidak sekadar dibersihkan. Titik yang membutuhkan penanganan juga diharapkan segera ditimbun.

“Memang masih ada beberapa lubang, tapi sudah tidak menghambat kita untuk menyalurkan bantuan,” ujarnya.

Perbaikan akses tersebut diharapkan membuat distribusi bantuan pangan tahap II lebih optimal dibandingkan penyaluran sebelumnya, terutama untuk menjangkau masyarakat di wilayah hulu.

Namun, di balik progres fisik jalan, masih terdapat persoalan mendasar mengenai status dan kewenangan ruas Long Bagun hingga Tiong Ohang.

Suhuk menyebut berdasarkan laporan Dinas PU, jalan tersebut hingga kini masih berstatus non-status. Artinya, kewenangan penanganannya belum secara jelas berada di tangan pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pemerintah pusat.

“Memang kendala kita di jalan Long Bagun sampai ke Tiong Ohang ini, laporan dari Dinas PU itu status jalannya masih non-status. Kewenangannya masih semua,” ungkapnya.

Pemkab Mahulu memiliki pandangan berbeda mengenai status ruas tersebut. Pemerintah daerah selama ini mengasumsikannya sebagai jalan nasional karena sejumlah pekerjaan pembangunan di jalur tersebut pernah ditangani pemerintah pusat.

“Teman-teman dari PU menyebutkan bahwa kemarin sempat diambil alih pembangunannya, pengerjaannya itu oleh pemerintah pusat. Makanya asumsi kita di kabupaten ini jalan itu jalan nasional sebenarnya, bukan non-status,” katanya.

Selain riwayat penanganan oleh pemerintah pusat, fungsi ruas tersebut juga menjadi pertimbangan. Jalan Long Bagun–Tiong Ohang memiliki peran strategis karena menjadi penghubung wilayah yang berkaitan dengan konektivitas antarprovinsi.

“Karena itu menghubungkan antara provinsi. Kedua juga sudah ada beberapa kegiatan mereka yang dari pusat dibangun, termasuk Jembatan Sumekang tadi,” pungkasnya.

Editor : Muhammad Ridhuan
bantuan pangan Mahulu Jalan Long Bagun Tiong Ohang Akses hulu Mahulu Jalan Mahakam Ulu Pemkab Mahulu