Soroti Kualitas Pendidikan Tapal Batas Mahulu, Bupati Angela Desak Pusat Dengar Kendala Wilayah 3T

Jody Kristianto • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 11:19 WIB
Bupati Mahulu Angela Idang Belawan memantau pelaksanaan BCKS di SMPN 1 Long Bagun, Selasa (8/9). JODY KRISTIANTO/KP
Bupati Mahulu Angela Idang Belawan memantau pelaksanaan BCKS di SMPN 1 Long Bagun, Selasa (8/9). JODY KRISTIANTO/KP

 

KALTIMPOST.ID, UJOH BILANG – Kualitas pendidikan di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) terus menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu. Peningkatan mutu sekolah di wilayah perbatasan dinilai memerlukan kepemimpinan yang tangguh serta komitmen kuat dalam menanamkan disiplin anak sejak dini.

Hal tersebut ditegaskan Bupati Mahulu Angela Udang Belawan saat membuka Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) di SMPN 1 Long Bagun, Selasa (8/9). Menurutnya, tugas mencerdaskan kehidupan bangsa di pedalaman bukan sekadar mengasah kemampuan akademik atau kognitif semata.

Baca Juga: Pengumuman! Bandara Soetta Kembali Dibuka usai Erupsi Anak Krakatau, 174 Penerbangan Sudah Dilayani

"Itu tugas besar karena bukan secara kognitif saja, tetapi disiplin murid juga harus ditanamkan. Selanjutnya itu harus menjadi bagian dari tugas mereka," tutur Angela di hadapan para peserta seleksi.

Ia menilai pembenahan iklim pendidikan harus digerakkan langsung dari pucuk pimpinan satuan pendidikan. Kepala sekolah memegang posisi strategis dalam menyemangati guru agar proses belajar mengajar berjalan optimal.

"Harapan saya, bagaimana kita mempunyai jiwa untuk menggerakkan perubahan. Memang harus dari kepala sekolah dulu, baru akan ke guru-guru sehingga menjadi lebih kuat. Kalau guru sudah kuat, tentu anak-anak sudah mempunyai masa depan yang mereka percaya ada," ungkapnya.

Baca Juga: KRI TNI AL Pantau Anak Krakatau dari Laut: Abu Vulkanik Masih Terlihat, Gunung Kembali Erupsi

Di tengah pesatnya sarana digital, Angela juga mengingatkan para guru agar terus mengasah keterampilan teknologi. Terobosan dalam proses belajar dinilai sangat penting guna membantu murid yang tertinggal dalam menyerap pelajaran.

"Guru harus belajar memakai teknologi, harus belajar lebih kreatif lagi memberikan pembelajaran kepada siswa. Guru juga harus punya inovasi agar siswa yang tadinya masih belum berkembang dengan baik bisa lebih berkembang," jelasnya.

Angela menargetkan tidak ada lagi anak di Mahakam Ulu yang terkendala kemampuan dasar seperti membaca, menulis, dan berhitung. Di tengah maraknya penggunaan gawai, ia mengajak orang tua ikut aktif menghidupkan kegemaran membaca di rumah.

Baca Juga: Laptop Tak Lagi Sekadar Alat Kerja, Kini Jadi Perangkat AI

"Orang tua bisa mengajak anak-anak membaca dongeng atau buku cerita bergambar yang mereka minati. Jadi memang harus ditumbuhkan dari keluarga baru ke sekolah, bukan dari sekolah baru ke keluarga," pesan Angela.

Selain faktor internal sekolah dan peran keluarga, Angela menyoroti pentingnya penyesuaian regulasi dari pemerintah pusat. Kondisi geografis Mahulu yang berada di tapal batas menghadirkan tantangan berbeda dibanding kawasan perkotaan.

Pemerintah daerah, lanjutnya, harus proaktif menyampaikan fakta lapangan ke kementerian terkait agar aturan yang diterapkan benar-benar tepat sasaran bagi daerah 3T.

Baca Juga: Bikin Tamu Betah, Barista dan Pekerja Hotel di Kubar Siap Naik Kelas

"Kalau kita hanya berharap pusat memahami keadaan kita, itu terbalik. Jadi kita yang harus memberi tahu bahwa kendala di daerah kita seperti apa," tegasnya.

Angela bertekad terus menyuarakan kebutuhan riil pendidikan di daerahnya ke tingkat nasional. Kesetaraan hak belajar bagi anak-anak di pedalaman menjadi tujuan utama yang pantang diabaikan.

"Di Mahulu sendiri, status 3T dan perbatasan tentu membutuhkan perlakuan serta aturan yang sesuai. Saya berharap suara dari perbatasan bisa didengar, sehingga kualitas pendidikan di Mahakam Ulu sama baiknya dengan di kota," pungkasnya.

Baca Juga: Siasat Pengedar Sabu di Paser: Sembunyikan 29 Paket Kristal Putih di Dinding Warung

Dia berharap para kepala sekolah yang terpilih kelak berani membuat terobosan nyata di lapangan, sehingga anak-anak di pelosok Mahakam Ulu mendapatkan kesempatan belajar yang adil dan bermutu. (*)

Editor : Dwi Restu A
era digital Mahakam Ulu 3t pendidikan