Kualitas Udara Mahulu Perlu Diwaspadai, PM10 Indoor Ujoh Bilang Capai 916

Jody Kristianto • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 14:21 WIB
Kadiskes P2KB Mahulu dr Petronela Tugan
Kadiskes P2KB Mahulu dr Petronela Tugan

KALTIMPOST.ID, UJOH BILANG - Kualitas udara di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) memburuk hingga masuk kategori tidak sehat sampai berbahaya akibat paparan kabut asap. Hasil surveilans kualitas udara di tiga puskesmas menunjukkan partikulat debu pekat bahkan telah menerobos masuk ke dalam ruangan fasilitas kesehatan dan permukiman warga.

Kondisi paling mengkhawatirkan tercatat di wilayah ibu kota kabupaten, Ujoh Bilang. Kadar partikulat PM10 di dalam ruangan Puskesmas Ujoh Bilang melonjak drastis hingga menyentuh angka 916 mikrogram per meter kubik (µg/m³), sementara di luar ruangan berada di angka 823 µg/m³.

Baca Juga: PKD Mahulu 2026 Bukan Sekadar Panggung Budaya, UMKM dan Ekonomi Kreatif Ikut Dapat Ruang Promosi

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Mahulu, Petronela Tugan, menegaskan bahwa temuan ini menuntut kewaspadaan tinggi dari seluruh lapisan masyarakat.

"Kondisi udara di beberapa wilayah memang berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya. Bahkan di Ujoh Bilang, PM10 indoor mencapai 916 dan PM2,5 mencapai 230. Ini menunjukkan paparan asap tidak hanya terjadi di luar, tetapi sudah menembus ke dalam rumah maupun gedung," ungkap Petronela.

Surveilans Kualitas Udara Dalam Ruang (SKUDR) tersebut digelar pada Minggu (4/10/2026) oleh tenaga sanitasi lingkungan menggunakan Sanitarian Kit di Puskesmas Ujoh Bilang, Long Pahangai, dan Long Hubung.

Baca Juga: PKD Mahulu 2026 Usung Semesta Berdaya, Ajak Generasi Muda Berkarya Tanpa Melupakan Akar Budaya

Berdasarkan data pengukuran di Puskesmas Long Hubung, konsentrasi PM2,5 mencapai 190 µg/m³ di dalam ruangan dan 230 µg/m³ di area luar. Adapun partikulat PM10 tercatat 425 µg/m³ indoor dan 550 µg/m³ outdoor.

Sementara itu, Puskesmas Long Pahangai mencatat konsentrasi partikel yang relatif lebih rendah meski tetap memerlukan kehati-hatian. Kadar PM2,5 terukur 70 µg/m³ di dalam ruangan dan 85 µg/m³ di luar ruangan, sedangkan PM10 berada pada angka 161 µg/m³ indoor dan 193 µg/m³ outdoor.

Melihat tingginya konsentrasi polutan tersebut, Petronela menginstruksikan warga untuk membatasi kegiatan di luar rumah serta melindungi kelompok yang paling rentan terhadap penyakit infeksi saluran pernapasan.

"Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga yang memiliki riwayat gangguan pernapasan. Upayakan ventilasi rumah tetap terjaga agar asap tidak terperangkap di dalam," tuturnya.

Ia juga mewajibkan warga mengenakan masker medis atau masker berstandar respirator yang memadai jika terpaksa harus beraktivitas di ruang terbuka.

"Yang paling penting, masyarakat jangan mengabaikan kondisi ini. Jika mengalami keluhan seperti sesak napas, batuk terus-menerus, mata perih, atau gangguan kesehatan lainnya, segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat," tegas Petronela.

Untuk mengantisipasi dampak kabut asap yang kian meluas, Dinkes P2KB Mahulu kini memperkuat koordinasi lintas instansi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat. (*)

Editor : Duito Susanto
diskes mahulu Kabut asap Mahulu kualitas udara Mahulu Pencemaran Udara Kaltim Ujoh Bilang