Jalur Darat Long Bagun–Tiong Ohang Makin Lancar, Distribusi Pangan Mulai Stabil

Jody Kristianto • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 09:26 WIB
Bupati Mahulu Angela Idang Belawan bercengkrama dengan pelajar SMP 1 Long Apari di sela-sela kunjungan kerja ke Kecamatan Long Apari, Rabu (7/10/2026). (JODY KRISTIANTO/KP)
Bupati Mahulu Angela Idang Belawan bercengkrama dengan pelajar SMP 1 Long Apari di sela-sela kunjungan kerja ke Kecamatan Long Apari, Rabu (7/10/2026). (JODY KRISTIANTO/KP)

 

KALTIMPOST.ID, LONG PAHANGAI – Perbaikan akses jalan darat menuju Tiong Ohang, Kecamatan Long Apari, mulai memberikan dampak terhadap kelancaran distribusi kebutuhan pokok masyarakat. Mobilitas kendaraan dan distribusi pangan, khususnya beras, kini semakin lancar meski wilayah tersebut masih menghadapi kondisi musim kemarau.

Hal tersebut disampaikan Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Angela Idang Belawan saat melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Long Apari, Rabu (7/10). Dalam kunjungan tersebut, Angela bersama rombongan menempuh perjalanan darat menggunakan kendaraan roda empat dari arah Long Bagun menuju Tiong Ohang.

Baca Juga: Kemarau, Bupati Angela Monitor Air Bersih Puskesmas Long Apari

Angela mengatakan terbukanya akses darat tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan konektivitas menuju wilayah pedalaman Mahulu.

“Puji Tuhan, komitmen yang kita jalankan hingga saat ini sudah menembus di Tiong Ohang, dari Long Bagun hingga Tiong Ohang. Saya sangat senang,” kata Angela.

Ia mengapresiasi kerja keras Tim UPTD yang terus melakukan penanganan jalan sehingga akses dari Long Bagun menuju Tiong Ohang kini dapat dilalui dengan lebih nyaman.

“Saya berterima kasih yang sebesar-besarnya dan memberikan apresiasi yang luar biasa kepada Tim UPTD yang tidak henti-hentinya bekerja hingga membuat jalan dari Long Bagun hingga ke Tiong Ohang bisa kita lalui dengan nyaman,” ujarnya.

Baca Juga: Bupati Angela Ajak Orangtua Bangun Bonding Anak Lewat Dongeng, Kurangi Ketergantungan Gadget

Menurut Angela, sejumlah titik jalan yang sebelumnya sulit dilalui telah mendapat penanganan dengan material batu. Kondisi tersebut membuat jalan lebih stabil dan tidak terlalu licin sehingga kendaraan lebih mudah melintas.

Dampak perbaikan jalan juga dirasakan pada distribusi bahan pangan. Angela menyebut harga beras di Long Apari cenderung stabil meski memasuki musim kemarau.

“Di tahun ini cenderung stabil. Yang biasa harga beras Rp700 sampai Rp790, sampai detik ini, semasa kemarau tetap ada di angka seperti itu, jadi Rp700 sampai Rp800,” katanya.

Baca Juga: Dana Dasawisma Mahulu Dimulai Rp100 Juta, Bupati Angela: SDM Harus Disiapkan Lebih Dulu

Ia menilai akses transportasi darat yang semakin mudah turut membantu menekan biaya distribusi dan mempermudah transaksi barang di wilayah Long Apari.

Hal tersebut juga dibenarkan Camat Long Apari, Petrus Ngo. Ia mengatakan distribusi bahan pangan pokok, terutama beras, saat ini mulai berjalan lebih lancar setelah kondisi jalan darat mengalami perbaikan.

“Puji Tuhan, bantuan bahan pangan pokok, terutama beras, sudah mulai lancar, karena jalan darat kita sudah bagus, sudah diperbaiki dari Cupak menuju ke Tiong Ohang. Jadi pendistribusian sudah terhitung aman dan lancar,” kata Petrus.

Baca Juga: Bupati Mahulu Dorong Dasawisma Tak Sebatas Administrasi, Tenaga Ahli Harus Dilibatkan 

Menurutnya, kelancaran akses tersebut juga mulai terlihat dari masuknya kendaraan pengangkut BBM dan kendaraan yang melayani mobilitas penumpang.

“Masuk BBM juga saya lihat ada mobil-mobil sudah masuk. Pengangkutan penumpang juga sudah mulai lancar,” ujarnya.

Petrus mengatakan kondisi kemarau saat ini tidak memberikan pengaruh yang terlalu besar terhadap harga barang. Menurutnya, harga cenderung kembali turun setelah pedagang dapat mengambil dan mendatangkan barang dari daerah asal.

“Kalau di sini pengaruh kemarau tidak begitu tinggi, tidak begitu berpengaruh. Harga langsung turun setelah mereka bisa ambil barang,” katanya.

Namun, ia menjelaskan jarak tempuh distribusi menuju Long Apari masih menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga barang. Barang kebutuhan masyarakat harus didatangkan dari daerah yang cukup jauh, termasuk dari Kutai Barat dan Samarinda.

“Dari Kutai Barat, dari Samarinda, bahkan dari daerah lainnya. Perjalanannya lumayan jauh, sangat jauh,” jelas Petrus.

Untuk harga BBM jenis Pertalite di tingkat eceran, Petrus menyebut harganya masih berada di kisaran Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per liter. Sementara harga beras bervariasi berdasarkan jenis dan kualitasnya.

“Untuk Pertalite sendiri, harga eceran tertinggi di luar itu berkisar antara Rp25 ribu sampai Rp30 ribu. Untuk beras ada yang Rp800 ribu, ada yang Rp820 ribu untuk satu sak 25 kilogram, untuk kualitas premium,” ujarnya.

Dengan semakin lancarnya akses darat, Petrus berharap distribusi kebutuhan masyarakat dapat terus terjaga, sekaligus membuka peluang penurunan biaya angkutan dan harga barang di Long Apari.

Sementara itu, Angela menegaskan peningkatan akses transportasi tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik jalan. Kemudahan konektivitas juga diharapkan memberikan dampak langsung terhadap mobilitas masyarakat, distribusi pangan, dan aktivitas ekonomi di Long Apari.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Angela bersama rombongan juga membawa Cadangan Beras Pemerintah (CBP) menuju Long Apari sebagai bagian dari dukungan terhadap ketersediaan pangan masyarakat. (*)

 

 

Editor : Sukri Sikki
Angela Idang Belawan mahulu long bagun Long Apari jalan