KALTIMPOST.ID, MUGELLO – Marco Bezzecchi datang ke MotoGP Italia akhir pekan ini dengan status berbeda. Jika dulu hanya menjadi tifosi di tribun Mugello, kini pembalap Aprilia itu hadir sebagai pemuncak klasemen sementara MotoGP 2026 sekaligus favorit juara di kandangnya sendiri.
Publik Italia memang memiliki banyak alasan untuk berpesta di Mugello. Selain para pembalap tuan rumah yang berpeluang menang, dua pabrikan Italia, Aprilia dan Ducati, juga sedang mendominasi persaingan musim ini.
Sebelum tampil di MotoGP, Bezzecchi tumbuh sebagai penggemar balap motor. Pembalap asal Rimini itu kerap datang ke Mugello bersama keluarganya untuk menyaksikan langsung balapan.
Baca Juga: Aston Villa dan Crystal Palace Sudah Juara, Kini Giliran Arsenal di Liga Champions
“Saya punya banyak kenangan di Mugello. Saya pernah di tribun, di area rumput, di mana saja,” ujar Bezzecchi seperti dikutip GPOne.
Bezzecchi bahkan masih mengingat duel Marco Simoncelli melawan Mattia Pasini di Mugello. Dia juga tidak lupa dominasi Valentino Rossi pada pertengahan 2000-an.
“Saya ingat Valentino saat itu selalu menang. Buat saya, dia seperti mimpi,” katanya.
Kini, Bezzecchi punya peluang menciptakan kenangan baru di hadapan tifosi. Rider Aprilia itu membidik podium tertinggi di Sirkuit Mugello.
“Saya senang karena Mugello adalah trek yang indah dan menyenangkan. Kalau kami bisa menghibur semua orang yang datang menonton, itu akan lebih bagus,” lanjutnya.
Selain Bezzecchi, Italia juga memiliki dua pembalap lain yang berpotensi berjaya. Mereka adalah Fabio Di Giannantonio dari tim VR46 dan rider Ducati Francesco Bagnaia.
Di Giannantonio datang dengan modal positif setelah menjuarai GP Catalunya dua pekan lalu. Sementara Bagnaia punya catatan impresif di Mugello setelah menang tiga musim beruntun pada 2022, 2023, dan 2024.
Meski performanya belum sepenuhnya stabil musim ini, Bagnaia tetap antusias tampil di depan publik sendiri.
“Grand Prix Italia di Mugello selalu menjadi momen spesial bagi saya. Dukungan dan kasih sayang para penggemar memberi energi luar biasa,” tutur Bagnaia seperti dikutip Diario AS.
Persaingan di Mugello juga menjadi duel gengsi antara dua pabrikan Italia, Aprilia dan Ducati. Aprilia tampil impresif sejak awal musim dengan menempatkan empat pembalap mereka di enam besar klasemen sementara.
Bahkan, perebutan gelar juara dunia mulai mengerucut kepada duo Aprilia, Bezzecchi dan Jorge Martin.
“Saya merasa seperti di rumah sendiri. Saya merasa memakai warna yang tepat. Saya merasakan semangat Italia karena selalu membalap untuk tim Italia,” ucap Martin.
Meski demikian, Ducati tetap menjadi kekuatan utama di Mugello. Pabrikan asal Borgo Panigale itu belum pernah kalah di sana sejak Fabio Quartararo menang bersama Yamaha pada 2021.
Marc Marquez yang musim lalu memenangi MotoGP Italia juga dipastikan kembali balapan setelah pulih dari cedera. (*)
Editor : Ery Supriyadi