KALTIMPOST.ID, Moto3 - Kabar mengejutkan datang dari ajang balap dunia Moto3 2026. Salah satu pembalap papan atas, Adrian Fernandez, yang dikenal sebagai rival terberat dari pembalap kebanggaan Indonesia Veda Ega Pratama, baru saja dijatuhi sanksi berat. Sanksi berupa diskualifikasi Moto3 ini diberikan setelah steward menemukan adanya tindakan manipulasi mesin pada motornya.
Keputusan pahit ini diumumkan menjelang seri balapan di Hungaria. Tim steward menemukan dua komponen motor milik tim Leopard Racing yang ditunggangi oleh Adrian Fernandez telah dibuka tanpa izin resmi.
Penemuan ilegal ini langsung berujung pada pembatalan seluruh poin yang diraih sang pembalap dalam enam balapan pertama di musim Moto3 2026, yang tentu saja mengubah peta persaingan dengan rivalnya seperti Veda Ega Pratama.
Kasus pelanggaran berupa manipulasi mesin ini pertama kali terendus saat pihak pabrikan melakukan pemeriksaan rutin. Berdasarkan hasil investigasi mendalam, pihak Federasi Balap Motor Internasional (FIM) menyatakan bahwa segel pengaman pada motor milik Adrian Fernandez telah dirusak. Akibat tindakan ini, FIM langsung menjatuhkan sanksi diskualifikasi Moto3 yang membuat posisinya merosot tajam di hadapan para pesaingnya, termasuk Veda Ega Pratama.
Kronologi Pelanggaran dan Hasil Investigasi Steward
Penyelidikan mendalam mengungkapkan bahwa tindakan curang ini terbagi dalam dua laporan terpisah terkait mesin Honda bernomor #810 dan #811. Mesin #810 yang terakhir kali digunakan di sirkuit Jerez kedapatan memiliki segel kawat yang menyalahi prosedur standar regulasi yang diwajibkan.
Sementara itu, kondisi lebih parah ditemukan pada mesin #811 yang dipakai di Le Mans dan Barcelona, di mana segel pengamannya sengaja dirusak untuk dibongkar serta dirakit ulang tanpa izin resmi. Pihak berwenang menilai tindakan tim Leopard Racing ini telah melanggar regulasi ketahanan serta mencederai nilai sportivitas olahraga balap motor.
Sebelum skandal ini terungkap, pembalap asal Spanyol tersebut tampil cukup impresif dengan mengoleksi dua podium sebagai runner-up di Jerez dan Le Mans. Namun, akibat pembatalan hasil dari enam seri awal dari Grand Prix Thailand hingga Catalunya, posisinya langsung terjun bebas ke peringkat ke-19 klasemen sementara.
Beruntung bagi sang pembalap, hasil finis keempat yang diraihnya pada Grand Prix Italia di Mugello pekan lalu tetap dinyatakan sah, sehingga ia kini hanya mengantongi 13 poin yang tersisa.
Sanksi Berat Pemangkasan Jatah Alokasi Mesin
Hukuman dari federasi tidak berhenti pada pengurangan poin saja, melainkan juga memangkas jatah komponen mekanis untuk sisa musim kompetisi. Sesuai regulasi yang berlaku, setiap pembalap hanya dibatasi menggunakan enam mesin sepanjang satu musim penuh.
Karena pelanggaran berat ini, kedua mesin yang dimanipulasi otomatis dihitung dua kali lipat dalam kuota pemakaian. Ditambah lagi, mesin nomor #811 resmi dicoret dan dilarang digunakan kembali karena kondisinya dinilai berbahaya dan tidak memenuhi standar keselamatan setelah dirakit secara ilegal.***
Editor : Dwi Puspitarini