KALTIMPOST.ID, Moto3 - Rider muda asal Indonesia, Veda Ega Pratama, dipastikan harus memulai balapan Moto3 GP Ceko 2026 dari posisi ke-20 setelah dijatuhi sanksi penalti turun 12 posisi start. Keputusan ini dikeluarkan oleh race director setelah pebalap berusia 17 tahun tersebut kedapatan melambatkan laju motornya secara berlebihan di lintasan Sirkuit Brno, Ceko, pada sesi kualifikasi yang berlangsung Sabtu (20/6/2026).
Padahal, perwakilan Honda Team Asia ini sebenarnya sukses mengamankan posisi kedelapan sebelum hukuman tersebut dijatuhkan.
Pelanggaran Regulasi
Veda Ega dinyatakan melanggar Pasal 1.21.2 regulasi Kejuaraan Dunia FIM Grand Prix. Pelanggaran ini termasuk dalam insiden tipe M3-SR8 yang mengatur tentang larangan berkendara terlalu lambat di sektor tertentu karena dapat membahayakan pebalap lain.
Sanksi tegas ini tidak hanya menimpa perwakilan Indonesia. Berdasarkan data dari pihak penyelenggara, berikut adalah daftar pebalap yang menerima hukuman serupa berupa turun 12 tingkat posisi start akibat melambatkan motor:
· Veda Ega Pratama
· Hakim Danish
· Rico Salmela
· Guido Ini
Sikap Optimistis Veda Ega
Meski harus menghadapi tantangan berat dengan memulai balapan dari baris belakang, pebalap asal Indonesia ini tetap menunjukkan sikap sportif dan optimistis untuk meraih hasil terbaik pada sesi balapan utama.
Sebagaimana dilansir dari Detiksport, Veda Ega mengakui kekeliruannya dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi penting demi masa depannya di lintasan balap.
"Saya melakukan kesalahan dengan mengendarai motor secara lambat dan saya terkena penalti lagi. Ini adalah sesuatu yang perlu saya pelajari krena membuat pekerjaan kami jauh lebih sulit besok [saat balapan]," kata Veda Ega.
Ia juga menambahkan rasa percaya dirinya terhadap kecepatan motor yang dimilikinya untuk tetap tampil maksimal.
"Mulai dari posisi yang jauh di belakang berarti balapan akan lebih menantang, tetapi saya tahu saya memiliki kecepatan yang bagus. Saya akan tetap fokus, melakukan start yang baik, dan berjuang semaksikmal mungkin untuk merebut kembali posisi terbaik," dia menambahkan.***
Editor : Dwi Puspitarini