KALTIMPOST.ID, Moto3 - Pebalap muda berbakat asal Gunungkidul, Veda Ega Pratama, mengakui bahwa performa motor Honda NSF250RW andalannya di kompetisi Moto3 2026 masih membutuhkan peningkatan agar bisa bersaing di barisan terdepan.
Kendati demikian, Veda tetap optimis dan berkomitmen untuk memanfaatkan segala keunggulan yang dimiliki motornya demi meraih hasil terbaik pada seri balapan berikutnya di Moto3 Belanda yang akan digelar akhir pekan ini.
Evaluasi Hasil Moto3 Ceko
Keputusan untuk mengevaluasi performa motor ini mencuat setelah Veda Ega finis di posisi kelima pada balapan Moto3 Ceko di Sirkuit Brno yang berlangsung pada Minggu (21/6/2026) sore WIB. Dalam balapan tersebut, rider Indonesia ini merasakan langsung sulitnya mengejar ketatnya laju para pebalap KTM yang mendominasi baris depan.
Meskipun menghadapi kendala pada performa motor, penampilan Veda Ega sepanjang musim Moto3 2026 sejatinya terhitung cukup bagus.
Saat ini, ia berhasil menduduki posisi keenam dalam klasemen sementara Moto3 2026 dengan perolehan 83 poin. Prestasi terbaiknya di musim ini mencakup dua kali finis di podium ketiga, tepatnya saat melakoni balapan di Moto3 Brasil dan Moto3 Prancis.
Strategi Veda Ega Memaksimalkan Keunggulan Motor Honda
Menyikapi kekurangan pada motornya, Veda Ega memilih untuk tidak menyerah pada keadaan. Kepada media SpoTV, Veda mengungkapkan bahwa dirinya fokus mencari celah dan keuntungan dari karakter motor Honda yang ia tunggangi agar tetap bisa kompetitif di lintasan balap.
Dalam wawancara tersebut, Veda Ega menyampaikan langsung situasinya secara jujur:
"Hanya saja memang beberapa poin Honda masih bisa di-improve lagi dan memang sedikit kalah," kata Veda Ega di SpoTV, dilansir dari Detiksport, Selasa (23/6).
"Dan di beberapa poin juga Honda mempunyai advantage, ada kelebihan. Jadinya, ya saya selama race saya maksimalin kelebihannya," kata Veda Ega menambahkan.
Dengan fokus memanfaatkan kelebihan mekanis yang ada, Veda Ega kini bersiap menatap balapan Moto3 Belanda dengan harapan bisa kembali merebut podium.***
Editor : Dwi Puspitarini