Jelang MotoGP Jepang Akhir Pekan Ini, Honda-Yamaha Berjuang Berat di Motegi

Redaksi • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 13:00 WIB
Fabio Quartararo menjadi salah satu andalan Yamaha untuk meraih hasil positif di Sirkuit Motegi, Jepang. (BOBBY ARIFIN/JAWA POS)
Fabio Quartararo menjadi salah satu andalan Yamaha untuk meraih hasil positif di Sirkuit Motegi, Jepang. (BOBBY ARIFIN/JAWA POS)

 

MOTEGI - Honda dan Yamaha akan menjalani balapan kandang di Sirkuit Motegi pada akhir pekan ini. Seperti empat edisi sebelumnya, meraih kemenangan di kandang sendiri bukan perkara mudah bagi dua pabrikan asal Jepang tersebut.

Peta kekuatan MotoGP berubah sejak 2020, khususnya di Motegi. Dominasi Honda dan Yamaha mulai terkikis oleh Ducati. Kali terakhir Honda menang di MotoGP Jepang terjadi tujuh tahun lalu, tepatnya pada 2019, melalui Marc Marquez. Sementara itu, Yamaha harus menunggu lebih lama. Mereka terakhir menang di Motegi pada 2014 lewat Jorge Lorenzo.

Peluang Yamaha untuk menang di Motegi akhir pekan ini semakin sulit karena konflik dengan pembalap utama Fabio Quartararo yang memanas. Usai GP Aragon pada 30 Agustus, juara dunia 2021 itu mengaku tidak ingin lagi membantu pengembangan motor Yamaha untuk 2027.

Baca Juga: MK Dalami Jejak Pendidikan Gibran di Luar Negeri, KBRI: Tidak Ada Arsip Dokumennya

Pemicunya, Quartararo tidak diizinkan tampil dalam uji coba motor era baru 850 cc dengan ban Pirelli di Red Bull Ring, Austria, pada 21 September lalu. Yamaha kemudian berusaha membicarakan masalah tersebut dengan pembalap asal Prancis itu.

Dari hasil pembicaraan, Monster Energy Yamaha MotoGP selaku tim Quartararo menegaskan tetap bersikap profesional meski El Diablo –julukan Quartararo– telah dipastikan pindah ke Honda ketika regulasi baru MotoGP berlaku pada 2027.

“Yamaha akan mendukung Quartararo hingga akhir musim. Apa pun yang bisa diberikan tim, dia akan mendapatkannya. Kami akan terus melakukan pengembangan hingga balapan terakhir,” kata Team Director Monster Energy Yamaha MotoGP Massimo Meregalli kepada Motorsport.

Quartararo yang masih terpuruk di peringkat ke-15 klasemen sementara pembalap juga menyatakan akan berusaha mendapatkan hasil baik di kandang Yamaha.

“Saya selalu senang berada di Jepang. Balapan di sini bukan hanya soal balapan kandang Yamaha, tetapi juga atmosfernya yang sangat spesial. Saya akan memberikan yang terbaik dan bekerja keras untuk mendapatkan hasil terbaik,” beber Quartararo di laman resmi tim.

Di sisi lain, Honda tidak bisa tampil dengan kekuatan penuh. Joan Mir harus absen di GP Jepang sekaligus Indonesia karena masalah kesehatan. Absennya Mir cukup disayangkan. Sebab, musim lalu, juara dunia 2020 itu mampu finis ketiga di Motegi.

Baca Juga: Target Terlampaui, Erick Thohir Minta Bonus Atlet Ditabung

Sebagai pengganti, Honda menurunkan Somkiat Chantra. Pembalap asal Thailand itu punya kenangan manis di Motegi saat menang kelas Moto2 pada 2023.

“Saya bekerja keras selama di Superbike dan sekarang harus mengubah pola pikir serta beradaptasi dengan motor baru,” tutur pembalap yang musim ini membela Honda HRC di ajang WorldSBK (Superbike) itu. (*)

Editor : Ery Supriyadi
Sumber : Jawa Pos Koran
Motegi motogp jepang honda fabio quartararo yamaha