Mario Aji dan Veda Ega Tak Mau Terbebani Target Podium di Mandalika

Redaksi • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 05:15 WIB
Mario Aji (kiri) dan Veda Ega Pratama fokus mencari setelan terbaik dan menikmati balapan di Sirkuit Mandalika akhir pekan ini. (RIZKY AHMAD FAUZI/JAWA POS)
Mario Aji (kiri) dan Veda Ega Pratama fokus mencari setelan terbaik dan menikmati balapan di Sirkuit Mandalika akhir pekan ini. (RIZKY AHMAD FAUZI/JAWA POS)

 

KALTIMPOST.ID, JAKARTA - Dua jagoan binaan Astra Honda Motor, Mario Aji dan Veda Ega Pratama, tidak mau terbebani target finis podium menjelang Grand Prix Indonesia di Sirkuit Mandalika akhir pekan ini. Keduanya memilih fokus mencari setelan terbaik dan menikmati balapan di rumah sendiri. Hal itu diungkapkan Mario dan Veda dalam pre-event GP Indonesia di Jakarta, kemarin (5/10).

Ditanya soal persiapan, Veda yang baru saja finis di posisi ke-11 pada Moto3 Motegi mengaku tidak melakukan persiapan khusus. Baginya, balapan di Mandalika tidak jauh berbeda dengan seri lainnya. Hanya, tekanan yang dirasakan lebih besar.

“Persiapannya biasa saja. Saya harap di Mandalika lebih baik lagi (dari Motegi, Red),” kata Veda.

Baca Juga: TPA Janju Paser Terbakar Empat Hari, Asap Pekat Masih Membubung dan Titik Api Sedalam 7 Meter

Hal senada diungkapkan Mario yang baru pulih dari cedera setelah menjalani musim Moto2 yang naik turun. “Kami sudah latihan pakai motor yang proper. Saya rasa persiapan sudah cukup untuk di Mandalika,” ucap pembalap asal Magetan, Jawa Timur, tersebut.

Untuk strategi menghadapi home race, keduanya sepakat bahwa kuncinya ada pada sesi latihan Jumat. Veda berharap bisa mendapatkan setelan terbaik sejak sesi tersebut sehingga pada Sabtu dan Minggu tinggal berfokus mengejar posisi kualifikasi dan start yang bagus.

“Saya harap bisa mendapatkan setelan terbaik (pada Jumat). Jadi, Sabtu sama Minggu tinggal cari posisi kualifikasi supaya dapat posisi start bagus. Beberapa balapan sebelumnya start-nya kurang bagus,” tutur Veda yang lahir di Wonosari, Gunungkidul, Jogja, 17 tahun silam.

Mario menambahkan, alokasi ban dan setelan dasar motor tidak banyak berubah. Perbedaannya, mereka sedikit lebih mengenal karakter Sirkuit Mandalika dibandingkan pembalap lain.

Menurut Mario, Tikungan 16 (T16) menjadi salah satu bagian paling krusial di Mandalika. Selain itu, gaya balap juga harus disesuaikan.

Baca Juga: Syarat Pendirian Partai Politik Dinilai Terlalu Berat, PHI Bersama Dosen UI Ajukan Gugatan ke MK

“Kalau dari Moto2 yang krusial tire management. Kita belum tahu kondisi sirkuit dan suhu di sana seperti apa. Biasanya latihan pertama pada Jumat pakai satu set agar tahu tire drop. Jadi, harus memahami betul feeling dan race distance,” beber Mario. (*)

Editor : Ery Supriyadi
Sumber : Jawa Pos Koran
GP Indonesia astra honda motor motogp mandalika veda ega pratama Mario Aji