Marquez Dibayangi Rekor Buruk dan Ancaman Aprilia di Mandalika

Redaksi • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 14:56 WIB
Pebalap Ducati Marc Marquez harus menahan gangguan saraf pada lengan kanan selama balapan MotoGP 2026. (MOTOGP)
Marc Marquez menghadapi tantangan berat di GP Indonesia 2026. Selain berusaha mengakhiri rekor buruk di Mandalika, pembalap Ducati itu juga harus mewaspadai kecepatan Aprilia. (MOTOGP)

 

KALTIMPOST.ID, LOMBOK TENGAH – Marc Marquez menghadapi dua tantangan sekaligus pada Grand Prix (GP) Indonesia di Sirkuit Mandalika, 9–11 Oktober akhir pekan ini. Selain dibayangi rekor buruk karena belum pernah finis dalam balapan utama, juara dunia MotoGP tujuh kali itu juga harus mewaspadai Aprilia yang diprediksi lebih unggul di sirkuit tersebut.

Dalam empat kali penampilannya di Mandalika, Marquez hanya mampu mengumpulkan 11 poin. Seluruh poin itu diperolehnya dari dua sesi sprint race pada 2024 dan 2025. Sementara itu, pembalap Ducati tersebut belum pernah sekali pun menyentuh garis finis dalam balapan utama di sirkuit kebanggaan Indonesia itu.

Musim lalu menjadi salah satu momen terburuknya. Marquez terlibat insiden dengan pembalap Aprilia, Marco Bezzecchi, pada lap pertama. Kecelakaan tersebut mengakibatkan cedera pada tulang coracoid dan ligamen bahu kanannya.

Baca Juga: Letkol Inf Arman Ditahan Pomdam Jaya, Buntut Kasus Dugaan Markas Judi Online di Rumah Dinas TNI

Marquez tak hanya harus mengakhiri musim lebih cepat. Dia juga menghadapi kenyataan bahwa kekuatan lengan kanannya, terutama otot bisep, hanya tersisa sekitar 50 persen dari kapasitas normal. Kondisi itu merupakan akumulasi dari berbagai cedera dan operasi yang dialaminya dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, kenangan buruk tersebut justru menjadi catatan yang ingin diubah Marquez akhir pekan ini.

“Indonesia memang bukan trek terbaik saya. Saya belum pernah menyelesaikan balapan utama di sini. Karena itu, target utama kami bersama tim adalah mengubah catatan tersebut dan menjalani akhir pekan dengan hasil bagus,” ujar Marquez, dikutip dari laman resmi Ducati Lenovo Team.

Tantangan Marquez tidak berhenti pada catatan pribadinya. Aprilia, yang menjadi salah satu pesaing utama Ducati musim ini, juga berpotensi merepotkan di Mandalika.

Pada musim lalu, Marco Bezzecchi mampu tampil dominan dalam sesi kualifikasi dan sprint race. Performa tersebut menjadi salah satu alasan Aprilia patut diwaspadai.

Pembalap KTM, Pedro Acosta, bahkan menempatkan Aprilia sebagai favorit utama di Mandalika.

Baca Juga: Marselino Belum Gabung, STY Ungkap Perkiraan Waktunya

“Marco menunjukkan kecepatan yang luar biasa sepanjang akhir pekan tahun lalu. Menurut saya, jika tidak mengalami kecelakaan pada Minggu, dia seharusnya bisa memenangkan balapan dengan keunggulan yang cukup jauh,” ujar Acosta, dikutip dari Crash.

Di sisi lain, Ducati sebenarnya mampu merebut kemenangan di Mandalika musim lalu melalui pembalap tim satelit Gresini, Fermin Aldeguer. Kemenangan itu menjadi yang pertama bagi pembalap berusia 21 tahun tersebut di kelas MotoGP.

Namun, saat itu Aldeguer masih menggunakan Desmosedici versi lama.

Manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, memilih bersikap realistis menghadapi balapan akhir pekan ini. Dia menyadari Mandalika bukan sirkuit yang paling menguntungkan bagi motor Ducati.

“Mandalika memang bukan trek yang paling cocok untuk motor kami. Saya pikir kehilangan 10 atau 12 poin masih bisa dianggap sebagai hasil yang tidak terlalu buruk,” ujar Tardozzi kepada TNT Sports setelah GP Jepang pekan lalu.

Meski demikian, Ducati tidak datang hanya untuk bertahan. “Namun, kami tetap datang ke sana untuk menang,” tegasnya. (*)

Editor : Ery Supriyadi
Sumber : Jawa Pos Koran
GP Indonesia MotoGP Mandalika 2026 ducati aprilia marc marquez