KALTIMPOST.ID - Rider Ducati Marc Marquez meluapkan kekecewaannya terhadap regulasi anyar MotoGP yang menjatuhkan sanksi finansial kepada pembalap. Penyelenggara kejuaraan kini mematok denda sebesar 5.000 euro atau berkisar Rp 100 juta bagi siapa saja yang mangkir dari agenda promosi.
Ketetapan tersebut disebarkan melalui surat elektronik kepada seluruh kontestan saat berlangsungnya gelaran MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika. Aturan ketat ini salah satunya mengikat kehadiran para pembalap dalam sesi interaksi Hero Walk selama minimal 10 menit pada Minggu pagi.
Jika nekat bolos, pembalap tidak hanya diancam denda berlipat pada pelanggaran berikutnya, tetapi juga ancaman sanksi olahraga di lintasan. Dorna Sports mengambil langkah tegas ini setelah memantau merosotnya keterlibatan pembalap dalam berbagai kegiatan hubungan masyarakat dalam beberapa seri belakangan.
Baca Juga: Kian Lengket dengan Stephanie Giscka, Teuku Ryan Buka Suara soal Peluang Buka Hati
Sorotan terhadap Marquez sendiri sempat mencuat di seri Jepang sepekan sebelumnya. Juara dunia asal Spanyol itu memilih menerjunkan pemeran pengganti dalam agenda balap gokart promosi demi memulihkan cedera bahu dan menjaga asa perebutan titel juara dunia.
Usai menuntaskan balapan di peringkat keenam pada seri Mandalika, Marquez menegaskan bahwa upaya mendongkrak pamor ajang balap semestinya tidak sampai mengorbankan stamina atlet.
"Sebagai pembalap, saya adalah salah satu orang yang paling ingin melihat MotoGP berkembang dan semakin besar," tegas Marquez, dilansir dari Bola.com, Senin (12/10).
"Namun, menurut saya, ada berbagai cara untuk mengembangkan olahraga ini tanpa terlalu banyak menekan para pembalap," sambung rider berjuluk The Baby Alien tersebut.
Baca Juga: Profil Rahayu Saraswati Djojohadikusumo: Tinggalkan Triniti Land, Dinominasikan Jadi Komisaris VICI
Marquez membeberkan padatnya rutinitas akhir pekan balapan yang kini sangat menyita energi di luar lintasan. Pembalap dituntut membagi konsentrasi antara urusan teknis mesin dengan segudang tuntutan publisitas komersial.
"Perasaan saya seperti itu. Sekarang, ada banyak hal yang harus kami lakukan, bukan hanya urusan MotoGP," bebernya.
"Ada kegiatan bersama sponsor selama akhir pekan, rapat, sesi pemanasan, kemudian kami harus segera berganti pakaian untuk mengikuti parade dan Hero Walk yang dihadiri banyak orang," lanjut Marquez menerangkan padatnya agenda.
Baca Juga: Kabar Baik Bagi Guru Honorer dan PPPK, Pemerintah Buka Seleksi CPNS 2027 Ada 464 Ribu Formasi
Ia mengingatkan pihak pengelola kompetisi agar tidak melupakan esensi dasar seorang pembalap profesional. "Setelah itu, kami kembali lagi untuk rapat lain mengenai sesi pemanasan karena sebelumnya tidak punya cukup waktu. Pada akhirnya, kami adalah atlet," pungkas Marquez.***
Editor : Dwi Puspitarini