JAKARTA - PT Hutama Karya (Persero) atau lebih dikenal dengan sebutan Hutama Karya turut mengambil peran aktif pada Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan kerjanya.
Hutama Karya secara konsisten memperkuat komitmen perusahaan dengan menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat. Baik dilingkungan kantor pusat, proyek, maupun pada pengelolaan jalan tol yang dikelola.
Mengangkat tema “Budayakan K3, Sehat dan Selamat dalam Bekerja, Terjaga Keberlangsungan Usaha", Hutama Karya berharap dapat terus meningkatkan kesadaran dan keselamatan pada lingkungan kerja di seluruh perusahaan di Indonesia, termasuk BUMN.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Tjahjo Purnomo menyampaikan bahwa selama bulan K3 ini, Hutama Karya menggelar sejumlah perlombaan penerapan K3.
"Diantaranya yaitu penerapan 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat & Rajin) terbaik, Healthy Talk hingga Video Performa K3 di lingkungan perusahaan, mulai dari kantor pusat, proyek hingga wilayah operasional jalan tol yang diadakan selama dua pekan," ujar Tjahyo pada Selasa, (13/2)
Tjahyo menambahkan, Hutama Karya akan memberian award bagi penerapan K3 terbaik. "Puncaknya akan diselenggarakan upacara penutupan sekaligus pemberian award bagi penerapan K3 terbaik pada 21 Februari 2024," jelasnya.
lebih lanjut Ia mengatakan "Seluruh kegiatan yang kami selenggarakan pada bulan K3 ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap penerapan K3 optimal di seluruh lini bisnis perusahaan, sehingga tercipta lingkungan kerja yang sehat dan aman,” tuturnya.
Saat ini penerapan Budaya K3 di Hutama Karya sudah sesuai dengan standarisasi yang diterapkan Pemerintah Republik Indonesia.
“Dimana perusahaan telah mengantongi ISO 45001:2018 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, ISO 14001:2015 tentang Sistem Manajemen Lingkungan, dan SMK3 PP 50 tahun 2012,” paparnya.
Standarisasi tersebut dibuktikan dengan sejumlah implementasi K3 yang optimal di Lingkungan Hutama Karya.
“Dalam pelaksanaan aktivitas bisnisnya meliputi berbagai aspek, mulai dari aspek perencanaan dengan action plan yang mencakup emergency plan seperti skenario tanggap darurat dan Tool Box Meeting (TBM), atau briefing pagi yang wajib dilakukan di awal pekerjaan dengan tujuan memastikan pekerjaan sesuai dengan penerapan K3 yang baik," lanjutnya.
Selain itu, Hutama Karya juga melakukan kampanye keselamatan dan pelaksanaan mitigasi risiko dengan tujuan upaya pengendalian aspek unsafe act dan unsafe condition.
“Perizinan kerja sesuai dengan standarisasi K3 & job safety analysis agar anggota K3 dipastikan memahami dan menguasai K3, pemeriksaan alat dan bahan serta mengevaluasi dan terus meningkatkan penerapan K3 dengan dilakukan audit, inspeksi penerapan, dan rapat tinjauan,” terangnya.
Tjahyo melanjutkan, “K3 di Hutama Karya telah diterapkan secara merata mulai dari perekrutan. Melibatkan job safety analyst, dan pengujian equipment sesuai dengan standar yang telah diterapkan, sehingga secara persentase mencapai 96,38%," paparnya.
Tahun 2023 lalu, penerapan K3 ini juga diakui melalui sejumlah penghargaan. “Seperti Penghargaan Kecelakaan Nihil, Penghargaan Penanganan HIV AIDS, Penghargaan Penanganan COVID, Penghargaan CEO Safety Leadership, Director Safety Leadership dan Safety Performance oleh lembaga Indonesia Construction Safety Awards (ICSA),” imbuhnya.
Pelaksanaan K3 di Lingkungan Hutama Karya pastinya tidak luput dari tantangan. Salah satunya yaitu pada proyek konstruksi dengan pekerja yang besar dengan melibatkan banyak pihak.
Misalnya alat berat yang dioperasikan secara bersamaan dan durasi proyek yang terbatas. Sehingga perlu perencanaan K3 yang matang dan komunikasi yang baik dengan pihak terkait baik dalam persiapan maupun pelaksanaan proyek.
“Kami berharap penerapan K3 di lingkungan Hutama Karya, baik di proyek maupun di jalan tol dapat terus meningkat dan menjadi fokus utama perusahaan dalam upaya menjamin keutuhan dan kesempurnaan jasmani serta rohani tenaga kerja,” tutup Tjahjo. (del)
Editor : Agus Prayitno