Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Neuralink Tanam Chip Otak Kedua, Elon Musk: Delapan Pasien Lagi Tahun Ini untuk Uji Klinis

Almasrifah • Selasa, 6 Agustus 2024 | 17:55 WIB

Chip otak dari Neuralink, perusahaan teknologi otak milik Elon Musk, yang baru saja ditanamkan di pasien kedua.
Chip otak dari Neuralink, perusahaan teknologi otak milik Elon Musk, yang baru saja ditanamkan di pasien kedua.
KALTIMPOST.ID, Perusahaan teknologi otak milik Elon Musk, Neuralink, baru-baru ini berhasil menanamkan chip otak pada pasien uji coba kedua.

Menurut Elon Musk, perangkat Neuralink dirancang agar pasien lumpuh dapat menggunakan perangkat digital hanya dengan berpikir.

Ia juga mengungkapkan, saat ini Neuralink tengah melakukan pengujian untuk membantu orang-orang dengan cedera tulang belakang.

Pemilik startup itu mengeklaim, chip otak telah memungkinkan pasien pertama untuk bermain video game, menjelajah internet, memposting di media sosial, dan menggerakkan kursor di laptopnya.

Dalam podcast yang dirilis pada Jumat malam, Elon Musk memberikan sedikit detail tentang peserta keduanya. Ia menyebutkan, orang tersebut memiliki cedera tulang belakang yang lumpuh akibat kecelakaan selam, mirip dengan pasien pertama.

Dia mengungkapkan, 400 dari elektroda implan pada otak pasien kedua berfungsi dengan baik. Situs web Neuralink menyebutkan, implan mereka menggunakan 1.024 elektroda.

"Saya tidak ingin menganggap enteng, tetapi sepertinya implan kedua ini berjalan sangat baik," ucapnya saat podcast dengan Lex Fridman.

Musk belum membuka kapan Neuralink melakukan operasi pada pasien kedua. Ia berharap, Neuralink akan menyediakan implan kepada delapan pasien lagi tahun ini sebagai bagian dari uji klinis mereka.

Pasien pertama, Noland Arbaugh, juga diwawancarai dalam podcast tersebut, bersama dengan tiga eksekutif Neuralink. Di sana mereka menjelaskan detail cara kerja implan dan prosedur bedah yang dipimpin oleh robot.

Sebelum Noland Arbaugh menerima implan pada bulan Januari, ia menggunakan komputer dengan cara menyentuh layar tablet menggunakan tongkat yang diletakkan di mulutnya.

Arbaugh mengatakan bahwa dengan implan tersebut, ia kini dapat hanya dengan berpikir tentang apa yang ingin terjadi di layar komputer, dan perangkat tersebut akan mewujudkannya.

Ia menyebut bahwa perangkat ini memberinya sedikit kemerdekaan dan mengurangi ketergantungannya pada pengasuh.

Awalnya, Arbaugh mengalami masalah setelah operasinya ketika kabel-kabel kecil dari implan tersebut menyusut. Neuralink mengatakan bahwa mereka telah memulihkan kemampuan implan.

Musk juga menyebut telah berbicara dengan kandidat Republik Donald Trump mengenai pembentukan komisi yang bertujuan meningkatkan "efisiensi pemerintahan" melalui pengurangan regulasi bisnis, dan ia bersedia berpartisipasi. (*)

 

Editor : Almasrifah
#neuralink #elon musk