Berdasarkan pernyataan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di koordinat 2.8 LU dan 117.74 BT lebih tepatnya di 63 km Tenggara Tarakan.
Menurut laporan masyarakat, getaran gempa dapat dirasakan hingga di Tarakan, Tanjung Selor, Berau, dengan intensitas III-IV MMI.
Bahkan beberapa mengaku terdapat gerabah yang pecah, jendela/pintu berderik, dan dinding berbunyi.
Pegawai Pemprov Kaltara Warta Kusuma yang sedang berada di lantai empat gedung sekretariat Pemprov Kaltara juga merasakan kuatnya getaran gempa.
“Getarannya kuat sekali, cukup kaget juga,” ujarnya.
Sedangkan Pranata, warga Tideng Pale, Tana Tidung, yang juga merasakan adanya getaran gempa mengatakan bahwa kejadiannya berlangsung sangat singkat. “Sedetik saja,” ucapnya.
Tony Agus Wijaya, kepala Stasiun Geofisika Manado, mengimbau wilayah Kaltara dan sekitarnya untuk tetap waspada serta mengikuti arahan dari pihak berwenang.
"Gempa dangkal seperti ini memang berpotensi menimbulkan guncangan yang cukup kuat," ujarnya.
Namun, Tony juga meminta masyarakat untuk memantau kanal resmi BMKG dan tidak terpengaruh dengan isu yang kebenarannya belum dapat dipastikan.
“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg (username: pemda password: pemda-bmkg) atau infobmkg,” jelasnya.
Menurut hasil monitoring BMKG, hari ini pukul 16:35:1 Wita, belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan. (*)
Editor : Almasrifah