Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Airlangga Hartarto Resmi Mundur dari Jabatan Ketua Umum Partai Golkar, Partai Segera Bahas Pengganti

Dwi Puspitarini • Minggu, 11 Agustus 2024 | 14:36 WIB
Golkar kini bersiap menjalankan mekanisme organisasi untuk menentukan pemimpin baru menjelang Pemilu 2024.
Golkar kini bersiap menjalankan mekanisme organisasi untuk menentukan pemimpin baru menjelang Pemilu 2024.

 

KALTIMPOST.ID, Airlangga Hartarto secara resmi mengundurkan diri dari posisinya sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar.

Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Airlangga melalui sebuah video yang beredar luas di media pada Minggu (11/8/2024), mengejutkan banyak pihak di kalangan politik.

"Setelah mempertimbangkan dengan matang dan untuk menjaga keutuhan Partai Golkar dalam menghadapi stabilitas transisi pemerintahan yang akan datang, maka dengan mengucapkan Bismillahirahmanirrahim serta atas petunjuk Tuhan Yang Maha Besar, saya menyatakan pengunduran diri sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar," ujar Airlangga dalam pernyataan resminya.

Airlangga menegaskan bahwa Partai Golkar, sebagai partai besar yang matang, akan segera menyiapkan mekanisme organisasi sesuai dengan ketentuan AD/ART untuk menentukan penggantinya.

"DPP Partai Golkar akan segera menyiapkan mekanisme organisasi sesuai dengan ketentuan AD/ART organisasi yang berlaku," tambahnya.

Dalam pesannya, Airlangga juga menekankan pentingnya menjaga demokrasi di Indonesia.

Menurutnya, partai politik merupakan pilar utama demokrasi yang harus terus berjalan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

"Partai politik adalah pilar utama demokrasi kita. Indonesia adalah negeri besar. Kita harus memastikan bahwa demokrasi kita terus berjalan dari satu generasi ke generasi berikutnya," tuturnya.

Sementara itu, beberapa nama telah muncul sebagai calon pengganti Airlangga.

Agus Gumiwang Kartasasmita disebut-sebut akan menjadi pelaksana tugas (Plt) Ketum Golkar hingga ada keputusan definitif.

Nama lain yang muncul sebagai calon kuat pengganti Airlangga adalah Bahlil Lahadalia, yang diprediksi akan ditetapkan dalam Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar yang kabarnya akan digelar dalam waktu dekat.

 Baca Juga: Mulai Januari 2024, BSI Telah Kucurkan KUR Rp 392 Miliar

Pengunduran diri Airlangga dari jabatan Ketum Golkar diperkirakan akan membawa dampak signifikan bagi internal partai, terutama menjelang Pemilu 2024.

Banyak pengamat politik menilai bahwa langkah ini dapat membuka peluang regenerasi kepemimpinan di tubuh Golkar, namun juga berpotensi memicu konflik internal jika proses suksesi tidak berjalan dengan lancar.

Keputusan mundurnya Airlangga juga memicu spekulasi mengenai langkah politiknya ke depan.

Beberapa pihak menduga bahwa Airlangga akan fokus pada peran strategis lainnya di pemerintahan atau mungkin mengincar posisi di lembaga internasional.

Dengan mundurnya Airlangga Hartarto, Partai Golkar kini dihadapkan pada tantangan besar untuk memastikan proses transisi kepemimpinan berjalan damai dan tertib, serta menjaga soliditas partai agar tetap menjadi kekuatan utama dalam peta politik nasional.

Bagaimana partai ini menangani transisi tersebut akan menjadi penentu keberhasilan mereka dalam menghadapi Pemilu 2024 dan mempertahankan posisi sebagai salah satu partai politik terbesar di Indonesia. (*)

Editor : Dwi Puspitarini
#ketua umum partai golkar #Airlangga Hartarto Resmi Mundur #Pemilu 2024