Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kapolsek Gantung Diri Jelang Akad Nikah Putri Sulung, Diduga Depresi karena Sakit

Almasrifah • Senin, 12 Agustus 2024 | 13:37 WIB

Ilustrasi. Kapolsek Kompol Maryoko ditemukan meninggal gantung diri di Mojokerto, Jawa Timur, Minggu (11/8/2024).
Ilustrasi. Kapolsek Kompol Maryoko ditemukan meninggal gantung diri di Mojokerto, Jawa Timur, Minggu (11/8/2024).
KALTIMPOST.ID, Diduga karena sakit tak kunjung sembuh, Kapolsek Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Jawa Timur, Kompol Maryoko nekat gantung diri, Minggu (11/8).

Ayah dua anak ini ditemukan anggota keluarganya meninggal tergantung di kamar belakang kediamannya, Desa Mlaten, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, sekitar pukul 14.30 WIB.

Keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat desa setempat dan Polsek Puri.

Kasihumas Polres Mojokerto Kota Ipda Agung Suprihandono menyebutkan, petugas kepolisian bersama tim Inafis Satreskrim Polres Mojokerto lantas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Petugas menemukan barang bukti berupa meja kecil yang kemudian diamankan pihak berwajib.

”Tadi jenazah diturunkan bersama-sama dengan tim Inafis,” bebernya.

Selain jeratan di leher, tim medis tidak menemukan tanda-tanda indikasi kekerasan pada pemeriksaan luar tubuh korban.

Agung juga menyatakan bahwa korban diduga nekat mengakhiri hidupnya akibat depresi lantaran sakit yang diderita sejak lama tak kunjung sembuh.

”Akhir-akhir ini almarhum beberapa kali izin untuk berobat,” ucapnya.

Sejak dimutasi, sekira satu tahun lalu, almarhum sering mengalami sesak di dada dan napas kurang teratur. Almarhum juga kerap mengeluh pusing karena mengidap darah tinggi.

Mantan Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota itu juga diketahui mengalami stroke sebanyak dua kali yang mengharuskan dilarikan ke rumah sakit.

”Dulu waktu jadi Kabagops sempat izin karena masuk rumah sakit akibat stroke. Terus kemarin waktu jadi Kapolsek juga sempat masuk rumah sakit lagi dengan keluhan sakit yang sama,” ungkap seorang rekan sesama perwira.

Di hari yang sama saat kejadian, korban pun tengah izin pengamanan kegiatan jalan sehat di Alun-Alun Wiraraja.

Sehari sebelumnya, Maryoko masih tampak menjalankan tugas pengamanan gerak jalan dan sepeda hias pelajar Kota Mojokerto di Surodinawan.

Sementara itu, di kediaman almarhum para pelayat berdatangan menyampaikan belasungkawa. Salah satunya Kapolres Mojokerto Kota AKBP Daniel S Marunduri.

Pemakaman akan digelar setelah olah TKP tuntas. Namun sebelum dikebumikan, pihak keluarga akan melangsungkan akad nikah putri sulung Kompol M. Sebab, sang putri memang akan menikah dalam waktu dekat.

"Anak almarhum dua, 1 putri dan 1 putra, yang menikah putrinya, anak pertama," ungkap Agung.

Polisi berpangkat melati satu tersebut dikenal sebagai sosok yang berdedikasi tinggi selama menjalankan tugasnya.

Perjalanan karier Kompol Maryoko, sebelum menjabat Kapolsek, merupakan seorang perwira.

Ia bertugas Kanitreskrim Polsek Tarik, Sidoarjo, kemudian pindah ke Polsek Waru, Sidoarjo, dan Polda Jatim.

Di tahun 2014, dia dipindah tugas sebagai Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota hingga 2017. Kemudian dimutasi dengan jabatan yang sama ke Polres Ngawi dan Polres Ponorogo mulai 2017 hingga 2020.

Maryoko kembali bermarkas di Polres Mojokerto Kota pada 2022 dengan jabatan Kabagops. Dan baru September 2023, ia dipindahtugaskan sebagai Kapolsek Prajurit Kulon. (*) 

Editor : Almasrifah
#kapolsek gantung diri #jawa timur #mojokerto