Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Ukraina Rebut 74 Permukiman Rusia, Putin Bersumpah Membalas dengan Sepadan

Almasrifah • Rabu, 14 Agustus 2024 | 09:10 WIB

KONTROL KOTA: Kendaraan pengangkut personel militer Rusia terbakar saat terjadi pertempuran dengan pasukan Ukraina di Kharkiv (27/2). Pasukan Ukraina menguasai penuh Kharkiv.
KONTROL KOTA: Kendaraan pengangkut personel militer Rusia terbakar saat terjadi pertempuran dengan pasukan Ukraina di Kharkiv (27/2). Pasukan Ukraina menguasai penuh Kharkiv.
KALTIMPOST.ID, Ukraina melakukan serangan invasi terbesarnya sejak perang 2022. Serangan lintas batas ini berhasil merebut 74 permukiman di wilayah Kursk, Rusia.

Negara berpenduduk 33,2 juta jiwa ini mengeklaim, dalam jangka waktu 24 jam terakhir, penguasaan terhadap wilayah barat Rusia terus bertambah hingga sejauh 1 hingga 3 kilometer.

Akan tetapi, pernyataan berbeda diberikan oleh pihak Rusia. Mayor Jenderal Apti Alaudinov, salah satu jenderal tertinggi di Rusia, menyatakan telah menghentikan pasukan Ukraina.

Pernyataan invasi di desa-desa sekitar 26 hingga 28 km dari perbatasan oleh Ukraina juga telah dipatahkan oleh Kementerian Pertahanan Rusia.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bersikukuh mengatakan bahwa tentara Rusia telah ditawan pasukan Kyiv.

Tawanan tentara Rusia ini, terang Zelensky, nantinya akan ditukar dengan tawanan perang Ukraina yang ditangkap oleh pihak Negeri Beruang Merah.

"Meskipun pertempuran yang sulit dan intens, pasukan kita terus maju di wilayah Kursk, dan 'dana pertukaran' kita semakin bertambah. Sebanyak 74 pemukiman kini berada di bawah kendali Ukraina," kata Zelensky, Rabu (14/8/2024).

Oleksandr Syrskyi, komandan tertinggi Ukraina, mengatakan terus melanjutkan pengembangan langkah-langkah kunci dalam operasi ini. "Semua berjalan sesuai rencana," jawab Syrskyi.

Sementara itu, Gubernur regional Kursk Alexei Smirnov mengimbau warganya untuk menunjukkan karakter kuat di tengah krisis yang terjadi.

Begitu pula dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Ia bersumpah akan memberikan balasan terhadap Ukraina.

Presiden 71 tahun itu bahkan menuding "tuan Barat" Kyiv telah turut andil dalam serangan ini. Rusia mengecam sekutu Kyiv tersebut karena tidak mengutuk serangan yang dilancarkan Ukraina.

Di samping itu, Amerika Serikat menyatakan tidak terlibat dalam perencanaan ataupun persiapan serangan tersebut.

Gedung Putih justru mengatakan bahwa tindakan Ukraina adalah defensif dan konsisten dengan kebijakan AS.

"Tidak seperti Rusia, Ukraina tidak membutuhkan wilayah orang lain. Ukraina tidak tertarik untuk mengambil wilayah Kursk, tetapi kami ingin melindungi nyawa rakyat kami," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Ukraina, Heorhii Tykhyi.

Di sisi lain, pasukan Rusia telah berupaya maju selama berbulan-bulan di beberapa front di wilayah Donetsk.

Memanfaatkan jumlah pasukan yang lebih besar, Rusia perlahan-lahan mendekati beberapa kota seperti Pokrovsk yang dikuasai Kyiv melalui garis depan timur itu.

Menteri Pertahanan Lithuania, Laurynas Kasciunas, saat berkunjung ke Kyiv mengatakan, Rusia memindahkan pasukan dari eksklaf Baltik di Kaliningrad untuk memperkuat Kursk, Selasa.

Sedangkan, Senin waktu setempat, Analis Pasi Paroinen dari Black Bird Group mengatakan, Rusia mengandalkan unit militer terdekat untuk memukul mundur pasukan Ukraina. (*)

 

Editor : Almasrifah
#vladimir putin #ukraina #rusia #pasukan ukraina