KALTIMPOST.ID, Muh Rizqi Iskandar Muda, sosok muda berusia 22 tahun yang baru saja dilantik sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah pada 3 September 2024, berhasil menarik perhatian publik.
Pelantikannya menjadi sorotan, bukan hanya karena usianya yang masih muda, tetapi juga karena dilakukan bersama ayahnya, Iskandar Zulkarnain, yang juga berhasil terpilih sebagai anggota DPRD dari Partai Gerindra.
Keduanya dilantik bersama di Gedung Berlian DPRD Jateng, Semarang, menjadi momen langka dalam sejarah politik daerah.
Meski mendapatkan banyak dukungan, perjalanan politik Rizqi tidak lepas dari kritik. Seorang teman sekelasnya mengungkapkan di platform X bahwa Rizqi kerap absen dalam tugas kelompok dan kontribusinya dinilai kurang.
Akun @tew** menyatakan bahwa tugas yang dikerjakan Rizqi terlihat seperti hasil dari teknologi AI dan jauh dari ekspektasi.
Selain itu, salah satu dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), tempat Rizqi menempuh pendidikan jurusan Hubungan Internasional, juga memberikan komentar kritis terkait prestasi akademisnya yang menurun.
"Dia tidak spesial. Nilainya terus menurun. Boro-boro memerhatikan masyarakat, nilai kelas sendiri saja anjlok," tulis sang dosen di media sosial.
Komentar ini memicu perdebatan di kalangan netizen mengenai kemampuan Rizqi dalam menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat, terutama mengingat usianya yang muda dan latar belakang akademis yang disorot.
Cita-Cita Menjadi Presiden
Meskipun banyak kritik, Rizqi tetap optimis dengan langkahnya di dunia politik. Sejak kecil, ia bercita-cita menjadi Presiden.
Rizqi menekankan pentingnya keterlibatan kaum muda dalam politik, terutama dari kalangan milenial dan Gen Z, yang ia targetkan selama kampanyenya.
"Saya ingin membantu para pemuda dan memberikan mereka kesempatan. Cita-cita saya sejak SD adalah menjadi presiden, dan politik adalah jalan yang tepat," ungkapnya.
Rizqi juga mengungkapkan harapannya untuk ditempatkan di Komisi E yang menangani kesejahteraan masyarakat.
Bidang ini, menurutnya, sangat cocok dengan tujuan karier politiknya yang ingin berfokus pada peningkatan kesejahteraan sosial dan pemuda.
Sorotan Politik Dinasti
Kesuksesan Rizqi di usia muda juga menimbulkan perdebatan terkait dugaan politik dinasti.
Ayahnya, Iskandar Zulkarnain, yang juga anggota DPRD dari Partai Gerindra, terpilih dari daerah pemilihan yang sama, yaitu Dapil 13 yang meliputi Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, Kabupaten Pemalang, dan Batang.
Banyak pihak mempertanyakan apakah keberhasilan Rizqi murni karena kompetensinya, ataukah ada faktor nepotisme yang turut memengaruhi pencapaiannya.
Meskipun kini ia memiliki tanggung jawab sebagai anggota dewan, Rizqi berkomitmen untuk menyelesaikan pendidikannya.
Saat ini, ia masih terdaftar sebagai mahasiswa semester 5 di jurusan Hubungan Internasional UMY.
Rizqi mengakui tantangan yang dihadapinya dalam mengatur waktu antara studi dan tugas dinasnya sebagai wakil rakyat.
"Bagaimanapun, saya akan berusaha melanjutkan kuliah, meskipun saya harus mengatur waktu dengan tugas-tugas dinas," ungkapnya. (*)
Editor : Dwi Puspitarini